Rekonstruksi Ungkap Cara Ayah Tiri di Malang Siksa Balita Hingga Meninggal

Kamis, 7 November 2019 22:41 Reporter : Darmadi Sasongko
Rekonstruksi Ungkap Cara Ayah Tiri di Malang Siksa Balita Hingga Meninggal Rekonstruksi kasus pembunuhan balita di Malang. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Reka ulang atau rekonstruksi kasus pembunuhan balita oleh ayah tiri di Kota Malang menjadi pelampiasan warga yang geregetan dengan kekejaman tersangka Ery Age Anwar (36). Reka ulang menjadi tontonan warga yang sejak siang menunggu di lokasi kejadian perkara, Perumahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Rekonstruksi dikawal polisi bersenjata laras panjang.

Warga yang penasaran menyaksikan dari jarak dekat. Teriakan jengkel warga terjadi saat tersangka turun dari mobil. Tersangka dibawa masuk ke rumah dan menjalani adegan demi adegan. Suasana riuh kembali terjadi saat tersangka meninggalkan TKP.

Reka ulang berlangsung sekitar 15 menit. Tersangka memperagakan 20 adegan dari mengangkat korban hingga dibawa ke rumah sakit. Reka ulang berlangsung di kamar mandi, dapur dan rumah sakit, tempat tersangka berusaha meminta pertolongan setelah bayinya meninggal dunia.

"Inginnya dihukum seberat-beratnya, hukuman mati. Itu keinginan keluarga," kata Rendra Aziz Kurniawan, paman korban di lokasi, Kamis (7/11).

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander mengatakan, tersangka melakukan 20 adegan. Hanya saja memang ditemukan sedikit perbedaan antara kejadian dengan berita acara pemeriksaan.

"Pada adegan keempat, yaitu saat tersangka menggendong korban yang membawa ke kamar mandi, di situ kondisinya awalnya terlentang. Sementara keterangan dalam berita acara, awalnya tengkurap," katanya usai memimpin reka ulang.

1 dari 1 halaman

Tersangka Menginjak Perut Korban Hingga Pendarahan

Korban, kata Dony, dalam posisi terlentang, kemudian tersangka menginjak di perut korban satu kali. Kemudian korban berbalik dan diinjak kembali sebanyak dua kali di punggung korban.

Hal itu yang mengakibatkan pendarahan, yaitu robeknya usus besar korban. Saat itu korban menggigil dan menangis.

"Kemudian dibawa ke kamar tersangka dengan posisi korban menggigil, kemudian dilumuri dengan minyak telon," bebernya.

Karena masih tetap menggigil, selanjutnya digendong ke kamar sebelah dan diberikan teh panas. Korban kemudian mulai ngorok dan digendong kembali. kemudian kaki korban dipanggang di atas kompor agar terhangatkan.

Setelah tidak ada perubahan, korban dipakaikan baju dan dibawa ke rumah sakit. Namun sesampainya di Rumah Sakit Reva Husada, korban sudah tidak tertolong lagi. [cob]

Baca juga:
Pembunuh Anak Tiri di Malang Berdalih Ingin Memberi Pelajaran
Balita Tewas Luka Memar di Malang Ternyata Dianiaya Ayah Tiri karena BAB Sembarang
Balita di Malang Tewas dengan Luka Bakar dan Memar di Tubuh
Pengakuan Sang Ibu di Kebun Jeruk, Tega Cekoki Anak dengan Air Hingga Tewas
Ibu Kandung Mencekoki Balita dengan Air Hingga Meninggal Jalani Tes Kejiwaan

Topik berita Terkait:
  1. Penganiayaan Balita
  2. Pembunuhan
  3. Malang
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini