Rekonstruksi Kasus Mutilasi Surabaya, Terungkap Alvi Umpat 'Tak Tahu Malu' Sebelum Bunuh Kekasihnya dengan Sadis

Polisi menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan disertai mutilasi yang menewaskan Tiara Angelina Saraswati, dengan tersangka kekasihnya sendiri, Alvi Maulana.

Erwin Yohanes
Oleh Erwin Yohanes - Reporter
Rekonstruksi Kasus Mutilasi Surabaya, Terungkap Alvi Umpat 'Tak Tahu Malu' Sebelum Bunuh Kekasihnya dengan Sadis
Rekonstruksi Kasus Mutilasi Surabaya (merdeka.com)

Polisi menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan disertai mutilasi yang menewaskan Tiara Angelina Saraswati (25), dengan tersangka kekasihnya sendiri, Alvi Maulana (24). Peristiwa ini sempat menggemparkan publik setelah potongan tubuh korban ditemukan di Pacet, Mojokerto, Jawa Timur.

Rekonstruksi berlangsung pada Rabu siang di kamar kos dua lantai di Jalan Lidah Wetan Gang I, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya, yang menjadi lokasi eksekusi. Tersangka tiba sekitar pukul 11.05 WIB dengan mengenakan seragam tahanan oranye dan kepala gundul.

Kehadirannya disambut sorakan warga yang memadati area sejak pagi. Dalam proses itu, polisi menggunakan boneka manekin berkaus merah untuk merepresentasikan korban.

Rekonstruksi Kasus Mutilasi Surabaya
Rekonstruksi Kasus Mutilasi Surabaya merdeka.com

Alvi memperagakan kronologi, mulai dari saat ia pulang dari Bandara Juanda sekitar pukul 24.00 WIB, mendapati pintu kamar terkunci, hingga menunggu satu jam tanpa respons meski sudah menghubungi korban. Saat korban akhirnya membuka pintu, pertengkaran terjadi.

Pelaku melontarkan umpatan “Enggak tahu malu” kepada Alvi. Adegan selanjutnya dilakukan di dalam kamar kos, termasuk proses pembunuhan dan mutilasi.

Kasus ini pertama kali terungkap pada 4 September 2025, ketika warga Pacet menemukan serpihan tubuh manusia di kawasan hutan. Temuan itu langsung dilaporkan ke polisi, yang kemudian melakukan penyisiran dan identifikasi.

Rekonstruksi Kasus Mutilasi Surabaya
Rekonstruksi Kasus Mutilasi Surabaya merdeka.com

Hasil pemeriksaan forensik memastikan korban adalah Tiara, kekasih pelaku. Penelusuran lebih lanjut mengarah ke kos pelaku di Surabaya, di mana sebagian potongan tubuh lainnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

Polisi mencatat, setidaknya 554 potongan tubuh korban ditemukan akibat tragedi mutilasi ini. Rekonstruksi dilakukan dengan pengawalan ketat Tim Inafis dan Satreskrim Polres Mojokerto, serta garis polisi dipasang di setiap akses menuju lokasi kos.

Rekomendasi