Reaksi Istana MBG Diusulkan Sasar Anak Jalanan hingga Penyandang Disabilitas

Prabowo mengungkapkan bahwa saat ini program MBG telah menjangkau 55 juta penerima manfaat dan mencatat tingkat keberhasilan sebesar 99,99 persen.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Reaksi Istana MBG Diusulkan Sasar Anak Jalanan hingga Penyandang Disabilitas
Badan Gizi Nasional (BG) menggandeng PLN dan TNI AU mendistribusikan bantuan fasilitas dapur SPPG untuk program makan bergizi gratis (MBG). (Foto: Istimewa) (© 2026 Liputan6.com)

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menerima saran agar program makan bergizi gratis (MBG) di masa mendatang dapat mencakup anak-anak jalanan dan penyandang disabilitas. Saat ini, program MBG hanya mencakup anak usia dini (balita), anak sekolah dari PAUD hingga SMA/SMK, ibu hamil, dan ibu menyusui.

"Terus terang kalau tadi berkenaan dengan masalah (MBG) untuk anak jalanan dan disabilitas) itu belum, tapi terima kasih kalau ada catatan dan masukan," ungkap Prasetyo di Hambalang, Jawa Barat, pada Selasa (6/1/2026).

Menurut Prasetyo, pemerintah sangat terbuka terhadap masukan dari berbagai pihak. Khususnya, masukan yang bertujuan untuk meningkatkan program-program prioritas pemerintah yang sedang berjalan.

"Kami terus membuka diri dan kalau memang ada sesuatu yang kami pemerintah masih luput atau alpa untuk tidak memikirkannya, silakan untuk disampaikan kepada kami dan kami akan terbuka," tambahnya.

MBG Diusulkan Sasar Anak Jalanan hingga Penyandang Disabilitas, Ini Reaksi Istana
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Khusus Palmerah, Jakarta Barat. © 2026 Liputan6.com

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengakui adanya kekurangan dan penyimpangan dalam program makanan bergizi gratis (MBG). Meskipun demikian, ia menyatakan bahwa program tersebut berhasil mencapai 99,99 persen jika dilihat dari statistik.

"Apakah ada kekurangan? Ada. Dalam usaha manusia sebesar ini pasti ada kekurangan apakah ada penyimpangan? Pasti. Dalam usaha manusia sebesar ini pasti ada kekurangan dan penyimpangan," ungkap Prabowo saat retret kabinet merah putih atau taklimat awal tahun di Hambalang, Jawa Barat, pada Selasa (6/1/2026).

"Tapi kita bersyukur bahwa kalau kita pelajari dengan objektif statistik boleh dikatakan bahwa kita 99,99 persen berhasil," katanya.

Prabowo juga menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan program MBG beroperasi tanpa adanya kekurangan atau kesalahan, yang ia sebut sebagai zero defect. Ia menjelaskan bahwa pemerintah sedang berupaya mengatasi kekurangan yang ada dalam program MBG, meskipun persentasenya sangat kecil.

"Jadi saudara tentunya kita harapkan zero defect itu yang harus kita capai tidak kita puas, dengan kekurangan 0,0 sekian itupun bagi kita sesuatu yang harus kita atasi dan Alhamdulillah kita sudah mengatasi dan kita sedang atasi terus," ujarnya.

Menurutnya, langkah-langkah pengamanan dan pengawasan terus dilakukan agar program MBG dapat berjalan dengan baik tanpa kekurangan.

Prabowo juga menekankan bahwa pemimpin yang bertanggung jawab harus bekerja keras untuk memberantas kemiskinan dan kelaparan, salah satunya melalui program MBG.

"Saya ingat kata-kata pendahulu-pendahulu kita, satu ucapan Bung Karno the hungry stomach cannot wait, perut yang lapar tidak bisa menunggu. Pemimpin yang bertanggung jawab, pemimpin yang punya hati, pemimpin yang punya kepedulian harus bekerja keras untuk menghilangkan kelaparan dan kemiskinan," jelas Prabowo. 

MBG Diusulkan Sasar Anak Jalanan hingga Penyandang Disabilitas, Ini Reaksi Istana
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Khusus Palmerah, Jakarta Barat. © 2026 Liputan6.com

Prabowo mengungkapkan bahwa program MBG telah mencapai 55 juta penerima manfaat dalam waktu satu tahun pelaksanaannya. Ia menambahkan bahwa pencapaian ini lebih tinggi dibandingkan dengan Brasil yang telah lebih dulu menerapkan program serupa.

"Ini sesuatu yang membanggakan juga karena negara-negara yang kita ketahui contoh Brasil, Presiden Brasil menyampaikan kepada saya mereka butuh 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima manfaat. Kita satu tahun mencapai 55 juta penerima manfaat," pungkas Prabowo.

Dia menegaskan bahwa pemerintah akan terus melanjutkan program MBG meskipun ada banyak kritik dan ejekan dari berbagai pihak. Menurut Prabowo, masyarakat justru sangat menunggu kehadiran MBG.

"Ini tugas yang kita emban tugas mulia dan alhamdulillah kita perlu keyakinan kita buktikan saya sangat yakin walaupun begitu banyak pakar yang mengejek saya dan tim saya menyinyir mereka katakan MBG pasti gagal tapi kita buktikan kepada mereka MBG berhasil," tutur Prabowo.

Rekomendasi