Sejumlah warga binaan yang biasanya berada di penjara, terlihat hilir mudik di halaman Sport Jabar, Arcamanik, Kota Bandung. Di sana, mereka terlihat berbincang dengan masyarakat yang sedang berolahraga untuk menawarkan hasil karyanya.
Mulai dari lukisan, tas hasil rajut, pakaian batik, hingga makanan dan minuman yang telah dikemas dengan rapi dijajakan oleh mereka dengan merek bernama 'Lamoria Paviljoen'. Melalui karya, mereka seakan ingin memberi tahu kepada khalayak bahwa penjara tak menghambat kreativitas.
Kalapas Perempuan Kelas IIA Bandung, Rika Aprianti, mengatakan Lamoria merupakan singkatan dari Lapas Mojang Priangan. Sementara, nama Paviljoen digunakan untuk membangkitkan kenangan mengenai Bandung di masa lampau.
"Lamoria merupakan singkatan dari Lapas Mojang Priangan. Nama tersebut sekaligus menjadi merek produk hasil karya warga binaan Lapas Perempuan Bandung," kata dia saat ditemui dalam kegiatan Soft Launching Lamoria Paviljoen pada Minggu (1/11).
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9388305/original/099103500_1793608088-WhatsApp_Image_2026-11-02_at_13.20.16.jpeg)
Pada 21 November 2026, kata Rika, Lamoria Paviljoen akan secara resmi berdiri di halaman Lapas Perempuan Kelas IIA. Nantinya, konsep Lamoria Paviljoen akan seperti kafe. Adapun pekerjanya merupakan warga binaan yang telah mendapat asesmen dari Balai Pemasyarakatan (Bapas).
"Lamoria Paviljoen menjadi rumah bersama bagi masyarakat dan warga binaan. Sebab, pada akhirnya mereka akan kembali ke tengah masyarakat," ucap dia.
Salah satu produk unggulan yang ditawarkan oleh Lamoria Paviljoen yaitu produk olahan tape dengan berbagai olahan rasa bernama Puff Tape. Menurut Rika, olahan tape itu merupakan hasil pengembangan dari para warga binaan selama sekitar enam tahun.
Rika mengaku bersyukur soft launching yang digelar disambut antusias oleh masyarakat. Hal itu diyakini dapat meningkatkan semangat para warga binaan untuk terus berkarya. Dengan begitu, ketika nantinya kembali lagi ke masyarakat, mereka tak merasa terkucilkan.
"Harapan kami, Lamoria dapat membantu menghilangkan stigma negatif terhadap warga binaan," kata dia.
"Kepada masyarakat, kami berharap agar warga binaan yang telah kembali tidak dijauhi. Berikan mereka kesempatan untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat," lanjut dia.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9388306/original/010191200_1793608089-WhatsApp_Image_2026-11-02_at_13.20.14.jpeg)
Jika nantinya Lamoria Paviljoen sukses, tak menutup kemungkinan gerainya akan dibuka di berbagai pusat Kota Bandung seperti Jalan LLRE. Martadinata atau Jalan Riau bahkan Jalan Ir. H. Juanda atau Jalan Dago.
"Kami akan memulai dari Lamoria Paviljoen di Lapas Perempuan Bandung. Manajemen dan berbagai persiapan lainnya perlu dibangun terlebih dahulu. Jika langkah awal ini berhasil, tentu pengembangannya dapat dilakukan lebih luas secara bertahap," kata dia.
Senada dengan Rika, Kepala Kanwil Ditjenpas Jabar, Ika Yusanti, juga mengharapkan Lamoria Paviljoen dapat jadi tempat bagi warga binaan untuk mempersiapkan diri sebelum kembali lagi ke masyarakat.
"Harapannya, setelah bebas dari lapas, mereka siap berwirausaha sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan masing-masing," kata dia.
Advertisement

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9388304/original/088803700_1793608088-WhatsApp_Image_2026-11-02_at_13.20.17.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9388380/original/094612200_1793610935-IMG_20261102_133226_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9388381/original/086136500_1793611055-IMG-20261028-WA0308.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9388362/original/037002600_1793610292-1001414405.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9388309/original/069416900_1793608480-20261102151601.mmi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7660040/original/046727000_1780453477-1000775495.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9374385/original/015166600_1792048774-IMG_3363.jpeg)