Begini Proses Pemakaman Wanita Berbobot 300 Kg di Sragen

Pemakaman wanita berbobot 300 kg di Sragen memakai teknik vertical rescue. Tim gabungan menurunkan jenazah dengan tali dan katrol di TPU Mojosongo.

Arief Pramono
Oleh Arief Pramono- Reporter
Begini Proses Pemakaman Wanita Berbobot 300 Kg di Sragen
Tim SAR gunakan teknik katrol saat menguburkan jenazah berbobot 300 kg (Istimewa)

Pemakaman Muji Rahayu (32), warga Dukuh Cluntang, Desa Peleman, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, berlangsung dengan cara khusus. Jenazah perempuan dengan berat sekitar 300 kilogram itu harus diturunkan ke liang lahat menggunakan teknik vertical rescue dengan bantuan tali dan katrol.

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sragen, Utami Dewi Mashitoh, mengatakan penanganan khusus diperlukan karena proses pemakaman secara konvensional sulit dilakukan akibat berat jenazah.

Tim relawan gabungan dikerahkan untuk memastikan jenazah dapat diturunkan ke liang lahat dengan aman tanpa membahayakan petugas maupun keluarga yang hadir.

"Kami menerima laporan mengenai kebutuhan penanganan khusus ini. Karena kendala berat badan almarhumah yang mencapai sekitar 300 kilogram," ujar Utami yang dikutip pada Rabu (28/10/2026).

Utami mengakui, prosesi pemakaman dengan cara standar sulit dilakukan. Karena itu, diperlukan bantuan relawan dengan peralatan serta teknik khusus.

Informasi mengenai kebutuhan bantuan tersebut diterima Call Center PSC 119 Sukowati Kabupaten Sragen sekitar pukul 11.19 WIB dari perwakilan relawan setempat.

Menindaklanjuti laporan itu, PSC 119 berkoordinasi dengan berbagai unsur potensi SAR. Petugas gabungan kemudian menyiapkan personel dan peralatan keselamatan untuk mendukung proses pemakaman.

Sebelum meninggal dunia akibat komplikasi penyakit sekitar pukul 10.00 WIB, Muji Rahayu sempat menjalani perawatan di RSUD dr. Soeratno Gemolong. Setelah dinyatakan meninggal, jenazah dibawa ke rumah duka di Desa Peleman.

Perlu Bantuan Relawan

Kepala Desa Peleman, Rajimin, membenarkan bahwa pemakaman warganya tersebut membutuhkan teknik khusus. Berat jenazah menjadi kendala dalam proses pengangkatan dan pemindahan.

"Proses pemakaman memerlukan bantuan relawan karena berat badan almarhumah menyulitkan pengangkatan dan pemindahan jenazah, " terang Rajimin.

Untuk mengatasi kendala tersebut, tim relawan menggunakan teknik vertical rescue dengan bantuan tali dan katrol saat pemakaman di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mojosongo, Desa Peleman.

Jenazah terlebih dahulu diangkut dari rumah duka menuju lokasi pemakaman menggunakan kendaraan pikap milik warga setempat.

Setibanya di TPU, tim memasang sistem tali dan katrol di atas liang lahat. Peralatan tersebut digunakan untuk mengendalikan penurunan jenazah secara bertahap agar prosesnya berlangsung aman.

Prosesi pemakaman dimulai sekitar pukul 13.30 WIB. Adapun proses menurunkan jenazah ke liang lahat memerlukan waktu sekitar 30 menit.

Penanganan khusus ini melibatkan berbagai unsur lintas instansi dan organisasi relawan. Mereka terdiri atas PSC 119 Sukowati Sragen, BPBD Kabupaten Sragen, pemadam kebakaran, TNI/Polri, serta perangkat Desa Peleman.

Sejumlah organisasi relawan turut membantu, di antaranya Tagana, MDMC, SAR Himalawu, SAR MTA, SAR PSHT Karangmalang, RedKar, Relawan Gemolong, dan Ambulans Abimanyu. Warga setempat juga ikut mendukung kelancaran proses pemakaman.

Berkat koordinasi dan kerja sama seluruh personel, proses penurunan jenazah ke liang lahat berlangsung aman hingga seluruh rangkaian pemakaman selesai.

"Setelah seluruh prosesi pemakaman rampung dan jenazah berhasil diistirahatkan dengan layak, seluruh unsur SAR gabungan kembali ke posko kesatuan masing-masing," pungkasnya.

Rekomendasi