Dipergoki Warga, Pemuda Hendak Tawuran Kocar-Kacir Tinggalkan 4 Motor

Sekelompok pemuda di Sukabumi kocar-kacir saat dibubarkan warga hingga meninggalkan empat sepeda motor.

Fira Syahrin
Oleh Fira Syahrin- Reporter
Dipergoki Warga, Pemuda Hendak Tawuran Kocar-Kacir Tinggalkan 4 Motor
Barang bukti yang diamankan warga dari geng motor di Sukabumi. (Dok. Istimewa)

Sekelompok pemuda yang diduga hendak tawuran di kawasan Rawabelut, Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, kocar-kacir setelah dipergoki warga. Mereka melarikan diri hingga meninggalkan empat unit sepeda motor di lokasi kejadian pada Rabu (28/10/2026) dini hari WIB.

Aksi tersebut berhasil dibubarkan berkat kesigapan warga setempat yang memergoki kerumunan pemuda itu.

Saat melakukan penyisiran di lokasi, warga menemukan empat sepeda motor serta sejumlah benda berbahaya, termasuk senjata tajam rakitan sepanjang dua meter.

Ketua RW setempat, Yusep Hermawan (31), mengatakan kehadiran kelompok pemuda pada waktu yang tidak biasa itu langsung menimbulkan kecurigaan warga sekitar.

"Ramai kendaraan pada datang masuk ke gang. Ternyata saat kami cek, kerumunannya banyak dan rata-rata masih anak-anak muda," ungkap Yusep saat dikonfirmasi.

Warga bersama tokoh masyarakat dan komunitas pemuda di lingkungan tersebut kemudian bergerak mengambil tindakan tegas.

"Alhamdulillah dibantu warga dan rekan komunitas dari RIAP, kami spontan membubarkan mereka. Kemungkinan mereka hanya menumpang kumpul di sini," jelasnya.

Menurut Yusep, empat sepeda motor beserta barang bukti senjata tajam yang tertinggal langsung diserahkan kepada pihak berwajib.

"Semalam itu senjata dan motor langsung diamankan. Tadi kami lihat semua barang bukti sudah berada di Polsek," terangnya.

Keluhan Warga

Warga setempat, Anggi (37), menuntut kepolisian melacak para pelaku melalui plat nomor kendaraan yang ditinggalkan.

"Geng motor ini kan bukan sekali dua kali berulah. Jelas masyarakat sangat resah, aparat harus segera bertindak tegas," tuntut Anggi.

Ia menekankan bahwa kelompok tersebut kerap memakan korban salah sasaran, termasuk warga yang sedang beraktivitas.

"Korbannya sudah banyak, termasuk warga yang tidak bersalah. Jangan sampai kembali ada korban jiwa akibat ulah mereka," ungkapnya.
Rekomendasi