18 Hektar Lahan di Lereng Gunung Agung Terbakar

Kebakaran tersebut menghanguskan 18 hektar lahan dan kebakaran terjadi pada Sabtu (24/10).

Moh Kadafi
Oleh Moh Kadafi- Reporter
18 Hektar Lahan di Lereng Gunung Agung Terbakar
Kebakaran hutan dan lahan di lereng Gunung Agung. (Dokumentasi BPBD Karangasem).

Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Agung, Dusun Kedampal, Desa Datah, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali berhasil dipadamkan. Kebakaran tersebut menghanguskan 18 hektar lahan dan kebakaran terjadi pada Sabtu (24/10) sekitar pukul 12.00 WITA.

"(Kebakaran) untuk saat ini sudah padam," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem, I Made Aditya Sugiharta dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/10).

Aditya menerangkan, dari pantauan sehari sebelumnya sudah tidak ada titik api dan kebakaran sudah padam dan total keseluruhan area yang terbakar hutan lindung di Gunung Agung 18 hektar.

"Total keseluruhan area yang terbakar Hutan lindung Gunung Agung 18 hektar," ujar dia.

Kebakaran hutan dan lahan di lereng Gunung Agung. (Dokumentasi BPBD Karangasem).
Kebakaran hutan dan lahan di lereng Gunung Agung. (Dokumentasi BPBD Karangasem).

Lahan Terbakar

Kebakaran tersebut menghanguskan vegetasi hutan alam dari pohon cemara, sonokeling, semak belukar, dan rumput ilalang. Saat kebakaran terjadi, warga setempat bersama Bhabinkamtibmas berupaya memadamkan api di bagian bawah lereng.

Namun titik api di bagian atas tidak dapat dijangkau karena kondisi medan dan akses menuju lokasi tidak memungkinkan untuk dilakukan pemadaman.

"Untuk titik api yang di atas, saat itu tidak bisa dijangkau. Tim gabungan kemudian melakukan pemantauan dari lokasi yang sudah ditentukan," kata Aditya.

Kendati area yang terbakar cukup luas, titik api dan asap saat kejadian masih terpantau cukup jauh dari permukiman warga. Pemantauan dilakukan bersama sejumlah unsur, yakni KRPH Abang, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Karangasem, Polsek Abang, Bhabinkamtibmas Desa Datah, Kepala Dusun Kedampal, serta Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Werdi Tunggal.

Aditya mengatakan, pemantauan selanjutnya dilakukan oleh KRPH Abang, kepala wilayah Dusun Kedampal, dan masyarakat setempat untuk memastikan kondisi kawasan tetap aman. Sementara itu, nilai kerugian akibat kebakaran hutan tersebut masih belum diketahui.

"Vegetasi yang terbakar hutan alam dengan jenis pohon cemara, sonekeling, semak belukar dan rumput ilalang. Kerugian belum diketahui," tandasnya.

Rekomendasi