Ramai di media sosial rekaman video sejumlah warga binaan di Rutan Depok sedang berjoget sambil memegang botol yang diduga bong atau alat penghisap sabu. Mereka berjoget diiringi alunan musik dan kelap-kelip cahaya seperti sedang berada di diskotek.
Menanggapi hal itu, Kakanwil Ditjenpas Jabar, Yudi Suseno, memastikan pihaknya sedang melakukan penyelidikan. Menurut dia, sudah ada pegawai Rutan Depok yang diduga terlibat dan dilaporkan ke polisi.
"Penanganannya dari hasil pemeriksaan yang masih berjalan. Untuk pegawainya yang terkait, dari kemarin Karutan sudah buat LP (Laporan Polisi) dan sedang ditindaklanjuti," kata dia ketika dikonfirmasi pada Senin (5/10).
Yudi juga mengatakan para warga binaan yang ada di dalam video sudah dipindah dari Rutan Depok. Dia memastikan pihaknya tak akan segan memberikan sanksi bagi siapa saja yang melanggar aturan.
"Untuk warga binaannya sudah digeser ke lapas lain," ungkap dia.
Advertisement
Timpangnya Jumlah Petugas Rutan dan Warga Binaan
Saat ini, Yudi mengungkapkan jumlah warga binaan yang tersebar di rutan dan lapas Jabar mencapai angka 27 ribu. Sementara, jumlah petugas pengamanan hanya 500. Hal itu menunjukkan adanya ketimpangan.
"Warga binaan se-Jabar sebanyak 27 ribuan dan dengan jumlah petugas pengamanan hanya 500-an dari jumlah 3.000-an pegawai," ujar dia.
Yudi memohon dukungan dari semua pihak untuk turut serta melakukan pengawasan sehingga kondisi rutan dan lapas di Jabar semakin baik.
"Saya masih relatif baru, di Jabar baru 3 bulan (menjabat). Sekali lagi mohon dukungan, semoga ada perbaikan dan kebaikan bagi institusi khususnya pemasyarakatan Jabar," kata dia.