Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat melakukan pendalaman terkait temuan dugaan fasilitas mewah untuk narapidana di Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor. Temuan dugaan fasilitas mewah di Lapas Cibinong itu sebelumnya diungkapkan Ombudsman saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Rabu (23/9).
"Kami masih melakukan pendalaman, saat ini tim tengah mengumpulkan informasi mengenai temuan-temuan tersebut" kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Yudi Suseno ketika dikonfirmasi pada Kamis (24/9).
Yudi belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut mengenai hal itu. Dia meminta publik untuk bersabar dan menunggu hasil dari pendalaman yang sedang dilakukan.
"Selebihnya tunggu hasil dari pendalaman" ujar Yudi.
Advertisement
Temuan Ombudsman
Sebelumnya diberitakan, anggota Ombudsman Fikri Yasin mengungkapkan tim Ombudsman sempat dihalangi petugas saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (23/9).
"Awalnya kami sidak ke sini atas dugaan maladministrasi yang terjadi di sini. Karena beberapa waktu yang lalu kita sidak ke sini, itu ditolak. Nah, kemudian kita sekarang datang lagi, kemudian ditolak lagi," kata Fikri.
Dikarenakan tidak mendapatkan akses, tim Ombudsman kemudian mencari cara sendiri untuk tetap melakukan pemeriksaan. Dari penyisiran itu, mereka menemukan sejumlah fasilitas yang berada di area belakang lapas.
Fikri mengatakan bangunan yang ditemukan memiliki fasilitas cukup lengkap dan menyerupai unit hunian pribadi.
Dalam penyisiran tersebut, Ombudsman menemukan lebih dari 10 kamar dengan ukuran sekitar tipe 36. Setiap kamar dilengkapi ruang tamu, kamar tidur, dapur, televisi, kulkas, hingga berbagai peralatan memasak.