1.404 Titik Perlintasan Sebidang Segera Dipasang Portal Otomatis

KAI menargetkan pemasangan portal otomatis perlintasan sebidang di 1.404 titik hingga 2027. Ada anggaran Rp 1,1 triliun dan 190 titik segera beroperasi.

Nanda Perdana Putra
Oleh Nanda Perdana Putra - Reporter
1.404 Titik Perlintasan Sebidang Segera Dipasang Portal Otomatis
Suasana perlintasan sebidang di Jalan Ampera, dekat Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta telah memasang palang pintu di perlintasan sebidang Jalan Ampera, dekat Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat. (Kapanlagi.com/Budy Santoso)

PT Kereta Api Indonesia (KAI) menargetkan pemasangan portal otomatis perlintasan sebidang di 1.404 jalan perlintasan langsung (JPL) hingga 2027 untuk meningkatkan keselamatan masyarakat dan meminimalkan kecelakaan, menurut Antara.

"Target kami di tahun 2027 ada 1.404 JPL (jalan perlintasan langsung) ini akan dipasang portal otomatis semua," tutur Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin.

Pemasangan ini disebut sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto guna memastikan keamanan masyarakat dan kelancaran perjalanan kereta api. Pernyataan tersebut disampaikan di Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Menurut Bobby, kebutuhan anggaran untuk memasang portal otomatis pada 1.404 JPL mencapai Rp 1,1 triliun. Saat ini, pekerjaan pemasangan terus berjalan di sejumlah titik perlintasan sebidang.

Sosialisasi Portal Otomatis Perlintasan Sebidang dan Operasional 190 Titik

Dalam waktu dekat, KAI akan mengoperasikan portal otomatis di 190 JPL setelah proses sosialisasi kepada masyarakat di sekitar perlintasan selesai.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah, di mana ini sudah dianggarkan nilainya Rp 1,1 triliun untuk pemasangan portal otomatis di 1.404 JPL," jelas dia.

Bobby mengakui implementasi program menghadapi sejumlah kendala, terutama karena masih adanya perlintasan yang dijaga masyarakat secara swadaya.

KAI menyatakan terus melakukan pendekatan dan sosialisasi agar pengelolaan perlintasan dibenahi dan risiko kecelakaan dapat ditekan.

"Terus terang hambatannya itu masyarakatnya, terutama JPL ini yang dioperasikan dari swadaya karena mereka memungut (uang) ketika ada yang melintas dan ini terus kami sosialisasikan," Bobby menandaskan.

Rekomendasi