Napi Lapas Karangasem Meninggal, Sempat Keluhkan Sakit Kepala

Hasil CT scan menunjukkan adanya abses atau kumpulan nanah di dalam jaringan otak.

Moh Kadafi
Oleh Moh Kadafi - Reporter
Napi Lapas Karangasem Meninggal, Sempat Keluhkan Sakit Kepala
Ilustrasi mayat (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)

Seorang narapidana berinisial MT (31) yang menjalani hukuman di Lapas Kelas IIB Karangasem, Bali, meninggal dunia setelah mengalami infeksi otak. MT meninggal dunia pada Minggu (7/9) kemarin.

"Meninggalnya Hari Minggu kemarin di RSUD Karangasem," kata Humas Lapas Kelas IIB Karangasem I Made Adi Aryastawan saat dikonfirmasi Selasa (8/9).

Sebelum meninggal, MT beberapa kali mengeluhkan sakit kepala sejak pertengahan Agustus 2026. Sebelumnya, tim klinik pratama Lapas Karangasem telah memberikan terapi atas keluhan sakit kepala dan mual pada MT, dengan observasi dari dokter, dinilai tidak ada tanda dan kondisi membaik.

Sehingga pada Rabu (3/9), MT dirujuk ke RSUD Karangasem untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis. Kemudian, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter UGD, termasuk pemeriksaan CT-Scan, ditemukan adanya abses pada otak. Atas kondisi tersebut, MT kemudian disarankan menjalani rawat inap untuk mendapatkan pemantauan, pemeriksaan, dan penanganan medis secara intensif.

"Selama proses perawatan yang bersangkutan juga didampingi oleh pihak keluarga," ujar dia.

Selanjutnya, pada Jumat (4/9) MT mendapatkan penanganan secara intensif dan dirawat bersama oleh tiga dokter spesialis, yaitu dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis neurologi (Saraf), dan dokter spesialis paru.

Kemudian, berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter menegakkan diagnosis sol cerebri ec toksoplasmosis cerebri dan pneumonia non-severe CURB-65 skor 2 dd pneumonia aspirasi. Setelah mendapatkan penanganan dan pemantauan medis, pada pukul 16.33 WITA, MT dipindahkan dari ruang ICU ke ruang perawatan biasa.

Namun, pada Minggu (6/9) sekitar pukul 04.40 WITA, MT dinyatakan meninggal dunia di Ruang Mawar RSUD Karangasem dengan diagnosis sol cerebri ec toksoplasmosis cerebri dan pneumonia.

Adi menambahkan, berdasarkan pemeriksaan di rumah sakit, ditemukan infeksi pada otak. Hasil CT scan menunjukkan adanya abses atau kumpulan nanah di dalam jaringan otak.

Kondisi tersebut menyebabkan MT mengalami sakit kepala hebat, muntah-muntah hingga penurunan kesadaran.

"Saat pertama kali masuk ke Lapas Karangasem, yang bersangkutan tidak menyampaikan memiliki riwayat penyakit tertentu," ujar dia.

Setelah itu, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk diupacarai. Adi menjelaskan, MT merupakan narapidana kasus pembunuhan di Kabupaten Gianyar sudah menjalani masa pidana selama hampir satu tahun.

"Lapas Kelas IIB Karangasem turut menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi musibah ini," tandasnya.

Rekomendasi