Penyidik Bareskrim Polri menggerebek kasino di sebuah bangunan putih bercat biru muda di Jalan Rambutan, Desa Kwarasan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Penyidik Bareskrim Polri menetapkan 30 tersangka usai menangkap 71 orang dari lokasi dikenal warga sebagai 'Gedung SB' tersebut. Puluhan tersangka ditu kini ditahan di Rutan Bareskrim Polri.
Pantauan merdeka.com, pada Jumat (28/8), lokasi bangunan diduga dijadikan markas perjudian itu terletak di Jalan Rambutan, Desa Kwarasan, Kecamatan Grogol, tepat di depan Vihara Karunia Maitreya. Bangunan itu tertutup rapat dengan pagar setinggi sekira 3 meter bercat putih dengan pintu gerbang besar dan pintu kecil bercat biru muda. Tak ada aktivitas maupun garis polisi terpasang. Di masing-masing sudut atas pintu terpasang kamera CCTV.
Selain dekat rumah ibadah, belakang bangunan itu juga berbatasan dengan tembok Sekolah Tinggi Teknologi Warga (STT Warga) Surakarta. Selain vihara, di depan bangunan merupakan perumahan berpagar tinggi. Lokasi tersebut memang tak banyak dihuni warga. Di sisi utara 200 meter, adalah makam terbesar Daksinoloyo, Danyung milik Pemkot Solo.
Advertisement
Bekas Gudang
Supriyanto (52), warga Desa Gedangan yang tidak jauh dari lokasi mengaku tidak mengetahui persis waktu penggerebekan.
"Pas penggerebekan saya tidak tahu, waktu itu kita fokus ke acara tirakatan," kata Supriyanto, Jumat (28/8).
Menurut dia, bangunan tersebut dulunya gudang. Oleh pemilik, bangunan itu kemudian dikontrakkan. Gudang tersebut sebelumnya digunakan untuk menampung bahan bangunan keramik, plastik dan lainnya.
"Saya enggak tahu izinnya untuk apa. Isinya macam-macam, plastik, keramik dan lainnya," ujar Supriyanto.
Sementara itu, Sekretaris Forum Warga Grogol, Endro Sudarsono menyebut aktivitas judi di lokasi itu sudah berjalan sejak pertengahan 2025.
"Perjudian sejak kurang lebih 3 bulanan sebelum saya ke DPRD Sukoharjo (hearing). Lalu kami lakukan investigasi, cek lokasi, hingga ada warga dan teman Laskar yang mendatangi malam-malam. Itu di depannya ada tempat ibadah," kata Endro.
Endro mengaku Forum Warga Grogol sudah melaporkan ke DPRD Sukoharjo pada 27 November 2025. Warga bersama kepolisian, perangkat kecamatan dan anggota DPRD sempat mendatangi lokasi, namun kondisinya tertutup.
"Saya dapat informasi penggerebekan sudah sekitar seminggu yang lalu," ujar dia.
Camat Grogol Herdis Kurnia Wijaya mengaku belum menerima laporan resmi terkait penggerebekan bekas gudang dijadikan kasino tersebut.
"Malam tirakatan, sebelum 17 Agustus berarti. (Lokasinya) Yang dulu pernah di-hearing-kan di DPRD," ujar Herdis.