Kebakaran Hutan Mengintai Kalimantan, 1.487 Hotspot Terdeteksi

NOAA-20 merekam 1.487 hotspot di Kalimantan. BNPB perketat koordinasi dan imbau waspada karhutla. Simak sebaran per provinsi dan penanganan di daerah.

Nanda Perdana Putra
Oleh Nanda Perdana Putra - Reporter
Kebakaran Hutan Mengintai Kalimantan, 1.487 Hotspot Terdeteksi
Pohon-pohon yang terbakar terlihat saat api melalap lahan gambut di Kubu Raya, Kalimantan Barat, Indonesia, Selasa, 11 Agustus 2026. (AP Photo/Stefanus Taman)

Pemerintah memperketat koordinasi lintas sektor menyusul terpantau 1.487 hotspot di seluruh Kalimantan di tengah musim kemarau. Langkah ini ditempuh untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan Kalimantan dan mempercepat respons di lapangan.

Hotspot yang meningkat menjadi perhatian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah. Otoritas menyiapkan langkah pemantauan berkelanjutan dan penanganan cepat di wilayah rawan.

Sejalan dengan itu, pemerintah daerah diminta siaga menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta memperkuat koordinasi dengan unsur terkait.

Sebaran Hotspot Kebakaran Hutan Kalimantan

Berdasarkan data pemantauan Satelit NOAA-20 hingga Kamis, 20 Agustus 2026, jumlah hotspot di Kalimantan mencapai 1.487 titik.

"Konsentrasi tertinggi berada di Kalimantan Tengah sebanyak 767 titik, disusul Kalimantan Barat 560 titik. Sementara itu, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing terpantau 74 titik, sedangkan Kalimantan Utara sebanyak 3 titik," tutur Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dikutip Jumat (21/8/2026).

BNPB bersama pemerintah daerah melakukan pemantauan terhadap perkembangan titik panas dan pemetaan wilayah yang memiliki potensi rawan kebakaran.

Kesiapsiagaan Karhutla: Imbauan dan Sarpras

Pemerintah daerah diminta memperkuat kesiapsiagaan, pemantauan, serta deteksi dini terhadap potensi karhutla di wilayah masing-masing.

Ketersediaan sarana dan prasarana pemadaman turut perlu dipastikan untuk mendukung penanganan apabila terjadi kebakaran, termasuk peralatan dan personel di lapangan.

"BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama musim kemarau, khususnya karhutla," jelas dia.

Masyarakat juga diimbau tidak melakukan aktivitas pembakaran di wilayah yang rawan terbakar. Jika menemukan atau mengetahui adanya kebakaran, warga diminta segera melaporkannya kepada otoritas daerah setempat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif.

Penajam Paser Utara: 10,65 Hektare Lahan Terbakar

BNPB merangkum kejadian bencana pada periode Rabu hingga Kamis, 19-20 Agustus 2026. Salah satu insiden karhutla terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Lahan seluas 10,65 hektare terbakar pada Rabu, 19 Agustus 2026. Lokasi kebakaran berada di Desa Sepan, Kecamatan Penajam, tanpa adanya korban jiwa.

BPBD setempat bersama personel gabungan melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan pada hari yang sama.

Kekeringan Klaten, Angin Kencang di Maros, dan Puting Beliung Medan

Selain karhutla, BNPB mencatat bencana lain pada periode yang sama. Kekeringan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mencakup Desa Burikan di Kecamatan Cawas serta Desa Kendalsari, Tegalmulyo, Tlogowatu, dan Sidorejo di Kecamatan Kemalang.

Kejadian tersebut berdampak terhadap 12.946 jiwa atau 3.848 kepala keluarga (KK). Sebagai bagian dari penanganan darurat, BPBD Kabupaten Klaten mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak.

Cuaca ekstrem berupa angin kencang juga terjadi di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Rabu, 19 Agustus 2026 sekitar pukul 04.30 WITA. Peristiwa itu berdampak pada sekitar delapan KK; enam unit rumah rusak berat, dua unit rusak ringan, dan satu fasilitas kesehatan turut terdampak. Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Baji Pamai di Kecamatan Maros Baru dan Kelurahan Leang-Leang di Kecamatan Bantimurung. Tim gabungan melakukan kerja bakti membersihkan material sisa kejadian.

Sementara itu, BPBD Kota Medan melaporkan kejadian angin puting beliung di Kota Medan, Sumatera Utara, pada Selasa, 18 Agustus 2026 sekitar pukul 20.00 WIB. Kerusakan dilaporkan di lima kecamatan, yakni Medan Johor, Medan Barat, Medan Tunggal, Medan Timur, dan Medan Helvetia. Berdasarkan data BPBD Kota Medan, kejadian tersebut berdampak terhadap 39 jiwa dari 13 KK; 11 unit rumah mengalami kerusakan dan lima unit mobil turut terdampak. BPBD telah berkoordinasi dengan instansi terkait, sementara penanganan dan pendataan lanjutan terhadap kerusakan rumah masih berlangsung.

Rekomendasi