Usai Gempa NTT M7,7, BMKG Turunkan Tim Uji Respons Tanah dan Cek Dampak Tsunami

BMKG mengerahkan tim gabungan ke NTT usai gempa M7,7 untuk survei makroseismik. Metode, wilayah prioritas, dan data susulan dipaparkan. Simak penjelasannya.

Ahmad Apriyono
Oleh Ahmad Apriyono - Reporter
Usai Gempa NTT M7,7, BMKG Turunkan Tim Uji Respons Tanah dan Cek Dampak Tsunami
Kerusakan di Manggarai dan Sikka akibat gempa M7,0 Guncang NTT (Foto: Istimewa)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengerahkan tim gabungan untuk melakukan survei makroseismik di Nusa Tenggara Timur (NTT) usai gempa Magnitudo 7,7.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menyebut pemetaan teknis yang dilakukan di lapangan akan diproyeksikan sebagai basis pemetaan mikro-zonasi bencana. Hasilnya menjadi landasan penyusunan rekomendasi rekonstruksi tata ruang dan bangunan aman gempa bagi pemerintah daerah dan masyarakat.

Survei memprioritaskan kawasan dengan tingkat kerusakan sedang hingga berat di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Sikka. Temuan di area tersebut akan dibandingkan dengan wilayah yang relatif tidak terdampak.

"Tim dari pusat dan UPT BMKG itu melakukan survei gempa bumi merusak, meliputi survei makroseismik, pengukuran mikrotremor dan MASW, untuk mengetahui karakteristik serta respons tanah terhadap guncangan, monitoring gempa susulan, dan verifikasi dampak tsunami di lapangan," kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto, Selasa (18/8/2026).

Selain kajian geologi, BMKG mencatat hingga Senin (17/8) pukul 11.00 WIB terjadi 1.624 gempa susulan. Sebanyak 23 kejadian bermagnitudo di atas 5,0, dan 59 di antaranya dirasakan warga.

Wijayanto meminta warga, khususnya di Flores dan sekitarnya, tetap tenang, menghindari bangunan retak, serta mengikuti pembaruan informasi kebencanaan melalui kanal resmi BMKG.

Rekomendasi