Penerima manfaat program pemerintah Kredit Perumahan Rakyat (KPR) Subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) Andre Kawaru bangga namanya disebut Presiden Prabowo Subianto saat berpidato dalam Sidang Tahunan dan Sidang Bersama DPR-DPD di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (14/8). Pria asal Samarinda, Kalimantan Timur itu berdiri saat disapa oleh Prabowo.
"Senang banget Presiden yang menyapa gitu kan, kapan lagi," kata Andre saat diwawancarai usai menghadiri Sidang Tahunan MPR, demikian dikutip dari Antara.
Dia juga mengaku senang bisa diundang ke kompleks parlemen untuk menghadiri agenda penting negara. Saat sidang berlangsung, Andre pun bersama para penerima manfaat lainnya duduk di balkon Gedung Nusantara atau "Gedung Kura-kura".
Advertisement
Diundang ke Sidang Tahunan MPR
Sebelumnya, dia pun mengaku diundang oleh Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI dan Sekretariat Negara untuk menghadiri sidang tersebut. Dia pun sudah berada di Jakarta sejak Kamis (13/8), setelah menjalani perjalanan dari daerah asalnya.
Menurut dia, program FLPP yang dijalankan oleh pemerintahan Presiden sangat bermanfaat bagi orang-orang yang tidak memiliki penghasilan tetap seperti dirinya. Adapun, Andre merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berjualan kelinci di sebuah pasar malam.
Sebelum memiliki rumah dari program KPR Subsidi FLPP, dia mengaku terus berpindah-pindah kontrakan. Di sisi lain, rumah kontrakan yang disewanya kurang memadai untuk ditinggali.
"Itu (program FLPP) bermanfaat banget sih, karena yang disasar juga enggak mesti harus keuangannya tinggi gitu, enggak mesti, kayak saya kan pedagang kelinci saja, UMKM," kata dia.
Dalam sidang tahunan kali ini, pemerintah menghadirkan delapan penerima program pemerintah dari berbagai daerah. Selain Andre, ada petani bernama Joko Puro dari Ngawi, Jawa Timur, yang produksi pertaniannya bisa meningkat karena program bantuan pemerintah.
Ada juga Kristiani Beno, seorang siswi kelas 6 sekolah dasar dari Merauke, Papua Selatan, sebagai penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Muhammad Rizky Pratama, seorang anak usia 12 tahun dari Medan, Sumatera Utara, yang sebelumnya putus sekolah karena harus membantu berdagang, kini bisa bersekolah berkat program Sekolah Rakyat.