Kronologi Turis Taiwan Dilecehkan di Lovina Bali

Pelecahan terjadi saat turis Taiwan itu sedang membuat video outfit check di kawasan Lovina, Desa Kalibukbuk, Kabupaten Buleleng, Bali.

Moh Kadafi
Oleh Moh Kadafi - Reporter
Kronologi Turis Taiwan Dilecehkan di Lovina Bali
Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman bicara penanganan kasus pelecehan turis Taiwan di Lovina, Rabu (12/8). (Dokumentasi Humas Polres Buleleng).

Polres Buleleng, Bali melakukan koordinasi dengan kepolisian Taiwan di Indonesia terkait turis perempuan asal Taiwan diduga dilecehkan saat berlibur di kawasan wisata Lovina, Kabupaten Buleleng.

Turis tersebut sebelumnya mengunggah melalui akun Instagram @aurosa_a, pengalaman tidak menyenangkan saat berwisata di Lovina. Dia mengaku sampai menangis dan mengalami trauma setelah kejadian tersebut.

Dalam rekaman itu terlihat korban WNA Taiwan sedang merekam dirinya lewat handphone. Kemudian, datang seorang pria menghampirinya dan awalnya bersikap ramah dan menyalami korban lalu mengucapkan selamat berlibur di Bali.

Selanjutnya, hal tak nyaman dialami korban dan jabat tangan dilakukan pria tersebut berlangsung cukup lama. Korban kemudian menyadari tangan pria itu diduga diarahkan ke bagian kemaluannya.

"Kenapa kamu memegang tanganku selama itu? Dan aku tidak tahu apa yang sebenarnya kamu lakukan," kata Aurosa dalam unggahannya yang dikutip Selasa (11/8).

Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman bicara penanganan kasus pelecehan turis Taiwan di Lovina, Rabu (12/8). (Dokumentasi Humas Polres Buleleng).
Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman bicara penanganan kasus pelecehan turis Taiwan di Lovina, Rabu (12/8). (Dokumentasi Humas Polres Buleleng).

Setelah kejadian tersebut, dia mengaku mengalami tekanan emosional. Dia bahkan menangis ketika dalam perjalanan kembali ke tempat penginapan.

Dugaan pelecehan itu dilakukan oleh seorang pria berinisial WS, saat WNA Taiwan sedang membuat video outfit check di kawasan Lovina, Desa Kalibukbuk, Kabupaten Buleleng, Bali.

Kepala Desa Kalibukbuk, I Ketut Suka membenarkan adanya kejadian itu. Pria yang diduga melakukan pelecehan merupakan warga setempat. Pria itu, memang dikenal warga sering berjalan-jalan di sekitar desa dan terkadang berbicara tidak terarah. Tetapi, ia menegaskan pihak desa tidak menyebut pria tersebut sebagai orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ.

"Kami juga sudah kirim permohonan maaf dari pihak desa ke akun wisatawannya itu, atas ketidaknyamanan yang diterima," kata Ketut Suka, saat dikonfirmasi Selasa (11/8).

Dari informasi yang diterima pihak desa, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (8/8) pagi. Saat itu, pria itu baru selesai mengantarkan atau melihat wisatawan yang mengikuti aktivitas wisata lumba-lumba di kawasan Lovina. Kemudian, dia berjalan ke arah barat dan bertemu dengan wisatawan asal Taiwan tersebut.

"Menurut nelayan, sehabis lihat tamu dolpin dia jalan ke barat sebelum hotel ketemu tamu China. Caranya ramah, ceritanya salaman begitu," kata dia.

 

Polres Buleleng Koordinasi dengan Kepolisian Taiwan

Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman mengaku telah melakukan investigasi terkait kejadian tersebut hingga berkoordinasi dengan atase kepolisian Taiwan.

"Kami telah berkoordinasi dengan atase kepolisian Taiwan di Indonesia agar dapat berkomunikasi secara langsung dengan korban untuk melakukan investigasi terkait kejadian ini," kata Ruzi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (12/8).

Koordinasi dengan kepolisian Taiwan tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi secara langsung dari korban sekaligus memastikan wisatawan tersebut mendapatkan rasa aman selama berada di Bali. Kepolisian juga melakukan pendekatan bersama aparatur Desa Kalibukbuk untuk menelusuri pria dalam peristiwa tersebut.

Dari hasil penelusuran kepolisian bersama aparatur desa, pria diduga melakukan pelecehan berinisial WS (68), warga setempat. Setelah dilakukan pendekatan kepolisian dan aparatur Desa Kalibukbuk, WS mengakui kesalahannya.

WS kemudian menyatakan tidak akan mengulangi perbuatannya. Pernyataan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan dibubuhi tanda tangan WS. Selain itu, kepolisian juga memastikan proses penanganan terhadap kejadian tersebut dilakukan sebagai bentuk respons terhadap informasi berkembang sekaligus untuk menjaga situasi keamanan di kawasan wisata Lovina.

Rozi mengutuk keras tindakan tersebut. Menurut dia, tindakan individu membuat wisatawan merasa tidak nyaman berpotensi mencederai citra Bali selama ini dikenal dengan keramahan masyarakatnya.

"Sangat disayangkan sekali, ini merupakan perbuatan tidak bertanggung jawab dan berpotensi mencederai citra pariwisata dan keramahtamahan Bali, terutama Pantai Lovina,” ujar Rozi.

Menurutnya, keamanan dan kenyamanan wisatawan merupakan hal penting yang harus dijaga bersama. Apalagi, Lovina merupakan salah satu kawasan wisata menjadi tujuan wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Kepolisian menjamin kenyamanan dan keamanan kepada para wisatawan yang sedang berwisata ke Pulau Bali,” kata dia.

Rozi mengimbau masyarakat, khususnya warga di kawasan pariwisata, agar menjaga sikap dan menghormati kenyamanan wisatawan. Keramahan kepada wisatawan hendaknya ditunjukkan melalui interaksi santun, tanpa memaksakan kontak fisik ataupun tindakan dapat membuat wisatawan merasa terganggu.

"Jangan sampai ulah satu orang merusak citra keramahan Bali yang telah dibangun selama bertahun-tahun," ujar Rozi.

 

Rekomendasi