BPBD Cilacap Salurkan 232 Tangki Air Bersih ke 29 Desa Terdampak Kekeringan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap telah mendistribusikan 232 tangki air bersih kepada ribuan keluarga di 29 desa terdampak kekeringan. Penyaluran BPBD Cilacap salurkan air bersih ini untuk mengatasi krisis air akibat kemarau panjang.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BPBD Cilacap Salurkan 232 Tangki Air Bersih ke 29 Desa Terdampak Kekeringan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap telah mendistribusikan 232 tangki air bersih kepada ribuan keluarga di 29 desa terdampak kekeringan. Penyaluran BPBD Cilacap salurkan air bersih ini untuk mengatasi krisis air akibat kemarau panjang. (AntaraNews)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 232 tangki atau setara 1.184.000 liter. Bantuan ini ditujukan kepada masyarakat yang terdampak bencana kekeringan di 29 desa yang tersebar di 13 kecamatan di wilayah tersebut.

Hingga Sabtu (8/8), bantuan air bersih ini telah diterima oleh 8.691 keluarga atau sekitar 24.934 jiwa. Mereka mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih akibat dampak kekeringan yang melanda. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo, menegaskan bahwa total distribusi air bersih mencapai 1.184.000 liter atau setara 232 tangki.

Penyaluran air bersih ini merupakan upaya berkelanjutan BPBD Cilacap dalam menghadapi musim kemarau panjang yang diperkirakan akan lebih kering akibat fenomena El Nino. BPBD Cilacap salurkan air bersih secara bertahap dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Skala Distribusi dan Sumber Bantuan Air Bersih

Dari total 1.184.000 liter air bersih yang telah disalurkan, sebanyak 450.000 liter atau 90 tangki bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Cilacap. Sisanya, 734.000 liter atau 142 tangki, berasal dari dukungan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan berbagai lembaga kemanusiaan.

Keterlibatan berbagai pihak ini menunjukkan kolaborasi yang kuat dalam penanganan dampak kekeringan di Cilacap. Mitra yang turut serta antara lain PMI Kabupaten Cilacap, Pertamina Patra Niaga, BBWS Citanduy, LazisMU, CSR anggota DPR RI, Kodim 0703/Cilacap, NU Peduli Cilacap, dan PT SBI Tbk.

Bantuan ini sangat vital mengingat dampak kekeringan yang meluas. BPBD Cilacap memastikan bahwa setiap liter air bersih yang disalurkan dapat meringankan beban masyarakat yang kesulitan mengakses sumber air layak konsumsi.

Wilayah Terdampak dan Mekanisme Penyaluran

Sebanyak 29 desa penerima manfaat tersebar di 13 kecamatan. Kecamatan-kecamatan tersebut meliputi Nusawungu, Jeruklegi, Gandrungmangu, Patimuan, Kampunglaut, Adipala, Wanareja, Kawunganten, Banjarsari, Dayeuhluhur, Kedungreja, dan Sidareja.

Distribusi air bersih dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kebutuhan di masing-masing wilayah terdampak. Sebagai contoh, pada Sabtu (8/8), BPBD bersama mitra mendistribusikan lima tangki air bersih ke lima desa di tiga kecamatan. Desa-desa tersebut adalah Desa Kubangkangkung dan Desa Kalijeruk di Kecamatan Kawunganten, Desa Ujungalang dan Desa Panikel di Kecamatan Kampunglaut, serta Desa Karangjantung di Kecamatan Gandrungmangu.

Masing-masing desa tersebut menerima satu tangki air bersih yang didukung oleh mitra seperti LazisMU Kabupaten Cilacap, LazisMU-CAT, Siaga Peduli Kabupaten Cilacap, dan Garuda Nusantara 08. Penyaluran ini menunjukkan koordinasi yang efektif antara pemerintah daerah dan lembaga swadaya masyarakat.

Komitmen BPBD dan Imbauan kepada Masyarakat

BPBD Kabupaten Cilacap berkomitmen untuk terus melakukan penyaluran bantuan air bersih selama masyarakat masih membutuhkan. Proses ini akan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan spesifik di setiap wilayah terdampak kekeringan.

Selain distribusi bantuan, BPBD juga aktif melakukan pemantauan kondisi wilayah. Posko penanggulangan bencana dibuka selama 24 jam untuk menerima laporan dan koordinasi. Langkah ini penting untuk respons cepat terhadap perkembangan situasi kekeringan.

Taryo juga mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan air bersih dan tidak membakar sampah sembarangan. Imbauan ini didasarkan pada prakiraan BMKG yang menyebutkan bahwa musim kemarau tahun 2026 berlangsung lebih panjang dan lebih kering akibat fenomena El Nino.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi