Tim Rescue Australia Kagum dan Belajar Teknik Penyelamatan Bawah Air dari Indonesia di IMERC 2026

Tim rescue Northern Star Resources (NTR) Australia mengapresiasi dan banyak belajar dari kemampuan rescuer Indonesia, khususnya dalam teknik penyelamatan bawah air, di ajang IMERC 2026 Balikpapan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tim Rescue Australia Kagum dan Belajar Teknik Penyelamatan Bawah Air dari Indonesia di IMERC 2026
Tim rescue Northern Star Resources (NTR) Australia mengapresiasi dan banyak belajar dari kemampuan rescuer Indonesia, khususnya dalam teknik penyelamatan bawah air, di ajang IMERC 2026 Balikpapan. (AntaraNews)

Tim rescue Northern Star Resources (NTR) dari Australia menyatakan kekaguman dan banyak belajar dari kemampuan para penyelamat Indonesia. Apresiasi ini disampaikan dalam ajang Indonesia Mining Emergency Response Community (IMERC) 2026 yang berlangsung di Balikpapan, Sabtu (08/8).

Kapten Tim NTR, Alice Burdett, secara khusus menyoroti keahlian tim Indonesia dalam Under Water Rescue atau penyelamatan bawah air. Teknik penyelamatan ini tidak menjadi bagian dari kurikulum pelatihan di Australia, sehingga menjadi pengalaman berharga bagi timnya.

Kompetisi IMERC 2026 menjadi platform penting bagi pertukaran pengetahuan dan peningkatan standar penanganan darurat. Acara yang berlangsung di fasilitas Garuda Rescue Nusantara (GRN) ini mempertemukan komunitas pertolongan darurat dari berbagai negara.

Keunggulan Rescuer Indonesia dalam Penyelamatan Bawah Air

Alice Burdett menjelaskan bahwa timnya tidak mendapatkan pelatihan Under Water Rescue di Australia. Hal ini karena tambang di Australia tidak memiliki badan air yang berpotensi menyebabkan fatalitas seperti di Indonesia.

“Di Australia kami tidak mendapatkan pelatihan mengenai Under Water Rescue, jadi kami belajar banyak dengan melihat tim Indonesia melakukan penyelamatan itu,” kata Kapten Tim NTR Alice Burdett.

Dalam skenario lomba, tim harus menolong beberapa orang yang mobilnya jatuh ke air dalam dan tenggelam. Tim penyelamat dituntut untuk membuka pintu mobil, melepaskan sabuk keselamatan, dan membawa para korban ke permukaan untuk pertolongan lanjutan.

Kondisi geografis Australia yang kering dan panas sangat berbeda dengan Indonesia yang memiliki kelembapan tinggi. Perbedaan ini turut memengaruhi jenis skenario penyelamatan yang menjadi prioritas dalam pelatihan.

Partisipasi Northern Star Resources di IMERC 2026

Northern Star Resources (NTR) merupakan perusahaan tambang emas yang berbasis di Perth, Australia Barat. Tim yang dikirim ke IMERC 2026 menunjukkan keberagaman dengan melibatkan sejumlah rescuer perempuan dalam berbagai kategori tantangan.

Keikutsertaan dalam IMERC 2026 memberikan pengalaman baru bagi tim NTR, terutama melalui pertukaran pengetahuan dengan para rescuer Indonesia yang telah terbiasa menghadapi berbagai kondisi lapangan. Alice Burdett menegaskan bahwa kesempatan melihat langsung teknik penyelaman dan penyelamatan bawah air merupakan nilai penting.

Pada hari ketiga IMERC 2026, Sabtu (08/8), tim NTR mengikuti tiga kategori tantangan. Selain Under Water Rescue and Recovery, mereka juga berpartisipasi dalam penyelamatan vertikal (Vertical Rescue) dan penyelamatan di ruang sempit-terbatas (Confined Space Rescue).

Sehari sebelumnya, tim ini telah menyelesaikan tiga nomor lainnya, termasuk memadamkan kebakaran gedung-bangunan (Fire Fighter Structure). Hal ini menunjukkan komitmen NTR dalam menguji dan meningkatkan kapabilitas timnya.

Fasilitas Pelatihan Berstandar Internasional di Garuda Rescue Nusantara

Selain kompetisi, Alice Burdett juga terkesan dengan fasilitas pelatihan Garuda Rescue Nusantara (GRN) yang menjadi lokasi penyelenggaraan IMERC 2026. Ia menyebut GRN memiliki sarana latihan yang lengkap untuk berbagai skenario keadaan darurat.

“Bangunannya megah dan fasilitasnya lengkap. Bahkan di Australia kami tidak memiliki gedung semegah dan selengkap seperti GRN ini,” katanya.

Untuk berlatih skenario penyelamatan di air, di GRN tersedia kolam renang yang memiliki kedalaman berbeda dengan air kolam yang bisa diganti dengan cepat. Kadang kala skenario latihan mensyaratkan air memiliki visibilitas rendah seperti air sungai yang berlumpur, maka air kolam di GRN dapat segera disesuaikan.

Fasilitas canggih ini mendukung pelatihan yang realistis dan komprehensif, memungkinkan para rescuer untuk menghadapi berbagai kondisi lapangan yang menantang.

IMERC sebagai Ajang Peningkatan Standar Penanganan Darurat

Dua paramedis asal Australia, Jen Pearce dan Sue Steele, yang turut mendirikan IMERC, juga hadir dalam lomba ini. Keduanya menegaskan bahwa pertemuan antara komunitas pertolongan darurat atau Emergency Response Team (ERT) Indonesia dan Australia tersebut bukan sekadar kompetisi, tetapi lebih lagi menjadi ruang untuk saling belajar dan meningkatkan standar penanganan keadaan darurat.

Jen Pearce menilai adanya kemajuan signifikan pada peserta IMERC 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Terutama dalam cara menangani korban, di mana banyak tim kini memprioritaskan penanganan yang benar ketimbang hanya mengejar kecepatan.

“Tentu kecepatan juga penting, tapi cepat tidak asal cepat. Cepat dan benar, itu yang tepat,” kata Sue Steele, seorang medic darurat pertambangan berpengalaman lebih dari 20 tahun.

IMERC 2026 berlangsung dari 6 hingga 9 Agustus 2026 di fasilitas pelatihan dan simulasi GRN, Balikpapan. Kolaborasi melalui ajang ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi, jejaring, dan kesiapan komunitas emergency response dalam menghadapi berbagai situasi darurat di masa mendatang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi