Kebakaran di Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, Jalan Abdul Muis Nomor 66, Petojo Selatan, Gambir, berdampak ke sejumlah ruangan. Salah satu yang terdampak adalah ruang Traffic Management Control/ITCS.
Ruangan ini berfungsi mengendalikan sistem lalu lintas secara terpusat. Seiring kondisi tersebut, pengaturan lampu lalu lintas yang biasanya otomatis kini dikendalikan secara manual.
"Akibatnya, pengaturan lampu merah yang sebelumnya otomatis kini dilakukan secara manual," ujar Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dalam keterangannya kepada wartawan, dikutip Sabtu (8/8/2026).
Untuk menjamin kelancaran arus kendaraan selama sistem otomatis belum pulih, Pramono menginstruksikan penebalan pasukan Dishub di lapangan agar pengaturan di persimpangan tetap terkendali.
Advertisement
Layanan Tetap Jalan, Pajak DKI Tersimpan Digital
Pascaperistiwa kebakaran, Pramono memastikan peristiwa ini tidak mengganggu layanan publik. Ia menyebut data perpajakan DKI Jakarta juga aman karena sudah ter-back up secara digital sehingga layanan perpajakan berjalan seperti biasa.
"Pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama kita. Masyarakat jangan khawatir, semua layanan akan tetap berjalan," terang Pramono.
Ia juga mengarahkan seluruh ASN yang berkantor di Gedung Bapenda untuk tetap bekerja melalui mekanisme Work From Home (WFH) secara bergantian, berkantor di Suku Dinas wilayah kota, atau memanfaatkan aset Pemprov DKI Jakarta lainnya.
Advertisement
Kebakaran Gedung Bapenda DKI
Seperti diketahui, kebakaran terjadi pada Jumat malam pukul 21.30 WIB. Api baru benar-benar padam sekitar pukul 02.00 WIB, Sabtu (8/8/2026). Sebanyak 37 unit mobil pemadam dan 185 personel Damkar yang dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan api.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Penyebab kebakaran masih dalam proses investigasi.
Sekadar informasi, gedung ini dihuni beberapa perangkat daerah, antara lain Bapenda, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Dinas Perhubungan, Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD), serta Bank Jakarta, dengan total sekitar 1.000 aparatur sipil negara (ASN) berkantor di sana.
.