Sosok Untung Sangaji, Dulu Tembak Teroris Sarinah Kini Bongkar 995 Senpi di Sekolah

Nama Untung Sangaji kini menjadi sorotan usai temuan ratusan senjata api hingga kepingan CD pornografi tersebut.

Muhamad Agil Aliansyah
Oleh Muhamad Agil Aliansyah - Reporter
Sosok Untung Sangaji, Dulu Tembak Teroris Sarinah Kini Bongkar 995 Senpi di Sekolah
Penemuan sejumlah senjata api dan airsoft gun di salah satu ruangan yayasan sekolah swasta di Jakarta Selatan. (Dok. Antara)

Penemuan ratusan senjata, narkotika hingga puluhan keeping CD pornografi di sebuah sekolah swasta Kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan bikin geger. Awal mula barang-barang tersebut ditemukan setelah pihak sekolah ingin membuka ruangan untuk kebutuhan anak sekolah.

Ikhwal temuan itu sendiri salah satunya diungkapkan Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung Sangaji. Nama Untung Sangaji kini menjadi sorotan usai temuan ratusan senjata api hingga kepingan CD pornografi tersebut.

 

7 Cerita Bom Sarinah dari Sudut Pandang Untung Sangaji,
Cerita Bom Sarinah dari Sudut Pandang Untung Sangaji. (Sumber: Twitter/@untung_sangaji)

Untung Sangaji sendiri merupakan purnawirawan kepolisian. Pangkat terakhirnya merupakan perwira menengah atau Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP).

Nama Untung Sangaji sempat menjadi perbincangan dalam aksi terorisme di Starbucks dan Pospol Sarinah, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2016) silam. Aksi teroris itu menjadi salah satu catatan kelam bagi Indonesia.

Akibat serangan teror itu, delapan orang tewas dan 27 lainnya luka. Empat dari delapan jenazah itu merupakan pelaku teror.

Pelaku tewas setelah melakukan bom bunuh diri dan tertembak polisi. Sementara empat korban tewas akibat terkena ledakan dan tembakan pelaku teror.

Adalah AKBP Untung Sangaji yang menjadi saksi sekaligus pelaku sejarah saat peristiwa brutal itu terjadi. Dengan gagah berani dia meladeni para teroris duel tembak menembak.

Saat aksi terorisme di Sarinah terjadi, AKBP Untung Sangaji menjabat sebagai Pamen Pusdikpolair Lemdiklat Polri.

7 Cerita Bom Sarinah dari Sudut Pandang Untung Sangaji,
Cerita Bom Sarinah dari Sudut Pandang Untung Sangaji. (Sumber: Twitter/@untung_sangaji)

Lewat akun twitternya, Untung pernah menceritakan peristiwa yang dialaminya itu. Pada hari kejadian, Untung bersama tim stand by di sekitaran Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat.

Bertugas mengamankan situasi di luar ring Istana Presiden, dia bersama tim saat itu tengah menyeruput kopi Walnut Bakery & Café sambil melihat aktivitas masyarakat.

Tiba-tiba suara ledakan terdengar dari arah pos polisi penjagaan lalu lintas di Depan Mal Sarinah. Beberapa saat kemudian ledakan kedua kembali terdengar.

Mengenakan kemeja putih dan celana tactical abu-abu, Untung yang bertanggung jawab mengawasi area tersebut pun segera mengeceknya seusai meminta persetujuan dari atasan.

"Di situlah beta langsung ambil magasin sambil telepon atasan beta, dan beliau perintahkan untuk laksanakan tugas dengan keahlian yang dimiliki sambil tunggu pasukan lain datang," tururnya.

Di pos penjagaan lalu lintas Thamrin yang menjadi titik ledakan ternyata sudah ada korban anggota Polantas yang menjadi korban.

Pria kelahiran 6 Juni 1965 lulusan Sepa 1995 itu pun bersama tim segera menolong korban dengan segera mengevakuasi ke mobil.

Tiba-tiba ada tembakan dari sang peneror yang menyasar dua anggota polisi dan satu warga hingga jatuh. Untung lantas segera meminta rekannya untuk melanjutkan evakuasi.

Dia kemudian segera mengambil posisi menyisir pelaku penembakan. Saat itu dia membawa senjata handgun tua Special Infinity 1911 dengan tujuh magasin, satu terpasang, enam tersimpan di pinggang untuk reload.

Pelan-pelan dia mendekat dengan penuh hati-hati. Dia kemudian melihat pelaku yang ternyata masih memegang bom dan bersiap untuk melempar.

"Saat itu ada petugas lain di pos mereka pakai body face anti peluru, helm anti peluru dan senjata panjang," katanya.

Untung yang sudah berhadapan dengan para pelaku teror ini pun melangsungkan baku tembak yang tak lama terjadi.Namun situasi genting itu sangat mempertaruhkan nyawa karena yang dihadapinya sosok terlatih.

"Dia santai bawa bom di tasnya. pelaku satunya juga bawa tapi yang kecil-kecil untuk dilemparkan. Mobil Karo Ops juga sempat kena sasaran. Saat kena bom, keangkat itu mobil beberapa centimeter, terus jatuh lagi," tambah dia.

Jarak dirinya dengan pelaku tak jauh sekira 20 meter. Dia kemudian melepaskan tembakan yang menembus dua body mobil tempat berlindung sang teroris. Alhasil lutut sang teroris terkena timah panasnya.

20160116-AKBP Untung Sangaji Buka Bukaan Proses Pelumpuhan Pelaku Teror Jakarta
AKBP Untung Sangaji saat diwawancara sejumlah media usai memaparkan kronologis pelumpuhan dua pelaku teror yang terjadi di Sarinah (14/1) lalu, Jakarta, Sabtu (16/1/2016). Untung melumpuhkan pelaku teror di Sarinah. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Bom yang dibawa pelaku pun jatuh. Untung kemudian langsung menembak bomnya sebelum dilempar. Alhasil bom langsung meledak di lahan kosong parkiran.

Serpihan ledakan bom itu kemudian mengenai si peneror kedua. Karena sudah tersungkur, Untung segera menyergap memukul kepala dan dada peneror dalam rangka melumpuhkan.

Tas yang dibawa si peneror ternyata menyimpan bom berukuran besar. Setelah dicek Tim Gegana, bom tersebut berukuran diameter 20 cm dan panjang 40 cm. Kalau meledak radius serpihanya bisa ratusan meter dan mungkin nyawa Untung bisa tak selamat.

"Yang bikin saya geleng-geleng. banyak orang nonton. kayak film koboi saja. Mereka nonton kita baku hantam. Kayak ada atraksi apa gitu. Padahal sudah ada korban di Starbucks maupun pos polisi," jelasnya.

Pasca peristiwa itu, Untung Sangaji mendapat promosi menjabat sebagai Kapolres Aceh Utara. Kemudian pada 2018, dia menjabat sebagai Wadirpolair Polda Sumut.

Pada 2019, Untung Sangaji menjabat sebagai Kasubbagjiansisops Bagjiansis Rojianstra Sops Polri. Dia kembali menjabat sebagai Kapolres pada tahun 2020.

Kali ini dia diangkat menjadi Kapolres Merauke. Kemudian pada 2022, AKBP Untung Sangaji diangkat menjadi Kabagada Rolog Polda Papua.

Pada Senin 5 Juni 2023 hari terakhir AKBP Untung Sangaji menjadi polisi aktif. Sebab, hari ini Selasa 6 Juni 2023, dia resmi pensiun dari Polri.

"Tanggal 6 bulan Juni ini saya pensiun dari seluruh kegiatan saya," katanya dalam video di akun Tiktok @untung_sangaji dikutip merdeka.com.

Kini setelah 10 tahun berlalu, nama Untung Sangaji kembali menjadi sorotan. Namun bukan aksinya menumpas teroris, Untung Sangaji disorot usai membongkar ratusan senjata api hingga CD pornografi di sebuah sekolah swasta Kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Penjelasan Polisi Terkait Temuan Ratusan Senpi di Sekolah

Polda Metro Jaya meluruskan informasi mengenai temuan 996 pucuk senjata di sebuah yayasan sekolah swast di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Hasil pendalaman menunjukkan hanya satu pucuk yang merupakan senjata api.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan hasil tersebut diperoleh setelah Direktorat Intelkam bersama Polres Metro Jakarta Selatan melakukan penyelidikan terhadap seluruh barang yang ditemukan di lokasi.

“Dari 996 pucuk yang diduga senjata tadi, kami sampaikan bahwa satu pucuk merupakan senjata api jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 GA,” kata Budi kepada wartawan, Jumat (7/8/2026).

Menurut dia, satu pucuk senjata api itu telah diamankan penyidik Polres Metro Jakarta Selatan. Berdasarkan penelusuran Direktorat Intelkam Subdit Wasendak, senjata tersebut terdaftar atas nama DS yang diketahui telah meninggal dunia pada 2020 sehingga masih didalami lebih lanjut.

 

Sementara rincian untuk  995 senjata yang ditemukan yakni, senapan angin terdiri atas empat pucuk senapan angin kaliber 4,5 milimeter. Lalu 215 pucuk pistol angin kaliber 4,5 milimeter. Kemudian 776 pucuk revolver angin kaliber 4,5 milimeter. Seluruhnya kini diamankan di gudang Subdit Wasendak Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya.

Budi mengatakan penyidik juga menemukan dokumen impor bernomor SI/5483/XII/2008 yang berkaitan dengan impor softgun atau senapan angin.

Dokumen tersebut masih ditelusuri untuk memastikan legalitas serta keterkaitannya dengan barang-barang yang ditemukan.

Ia mengatakan, pihaknya juga akan memanggil mantan pengurus yayasan berinisial IW guna dimintai keterangan. Penyidik akan mendalami asal-usul kepemilikan, perizinan, penguasaan, lokasi penyimpanan, hingga tujuan penyimpanan ratusan senapan angin dan satu senjata api tersebut.

“Penyelidikan sampai saat ini masih dilakukan oleh Direktorat Intelkam Subdit Wasendak bekerja sama dengan Polres Metro Jakarta Selatan,” ujar Budi.

Rekomendasi