Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan mulai dirasakan warga Palembang. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di kota itu sudah masuk dalam kategori tidak sehat.
Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 pada Rabu (5/8), mencapai 57,3 mikrogram per meter kubik jug/m3. Angka ini sudah masuk kategori kuning atau tidak sehat.
Kualitas udara makin memburuk pada pukul 00.00 WIB dengan PM2.5 mencapai 62,5 jug/m3. Lonjakan PM2.5 terjadi pada Kamis (6/8) pukul 03.00 WIB sebesar 93,2 jug/m3.
PM2.5 menurun di angka 58,1 jug/m3 pukul 06.00 WIB. Hanya, angka ini masih menunjukkan ISPU di Palembang masuk kategori tidak sehat.
"Benar (ISPU) tidak sehat akibat karhutla yang terjadi kemarin," kata Kepala Stasoun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis, Kamis (6/8).
Wandayantolis menjelaskan, asap menyelimuti langit Palembang lantaran arah angin yang bertiup ke batat laut. Sebaran asap juga terjadi di sejumlah daerah di Sumsel sejak Rabu (5/8) pukul 16.00 WIB.
"Sepertinya tersebar hampir ke seluruh wilayah Palembang dan daerah-daerah lain juga," kata Wandayantolis.
Advertisement
Daerah Terjadi Karhutla
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan Ferdian Krisnanto mengatakan, karhutla masih terjadi di beberapa kabupaten dan kota.
Di Ogan Komering Ilir terdapat sejumlah titik karhutla, seperti di Desa Sungai Bungin seluas 7 hektar, Kelurahan Kedaton 9 hektare, dan di Desa Lebung Batang, Kecamatan Pangkalan Lampam dengan luasan 7 hektare.
Karhutla juga terjadi Muara Enim, tepatnya di Desa Sukajaya, Kecamatan Gelumbang, seluas 3 hektare. Selanjutnya di Desa Karang Agung, Kecamatan Lalan, Musi Banyuasin, seluas 9 hektare.
Sementara di Palembang terjadi karhutla di Sungai Rengas, Pulokerto, Gandus, dengan luasan sekitar 3 hektare. Potensi karhutla masih sangat besar karena beberapa titik belum sepenuhnya padam.
"Tim masih berupaya memadamkan api. Untuk karhutla hari ini belum terlaporkan karena pemadaman masih berlangsung," kata Ferdian.