Korban penganiayaan dan pembunuhan satu keluarga di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Nurhanisa (23) menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Udata, Kota Palu, Rabu (5/8). Sebelumnya, Nurhanisa sempat mendapatkan perawatan intensif di RS Bhayangkara dan RSUD Undata Palu selama 10 hari.
Paur Humas Polresta Palu, Aiptu I Kadek Aruna membenarkan korban Nurhanisa meninggal dunia di RSUD Undata Palu, pada pukul 15.00 Wita. Aruna menyebut Nurhanisa telah dibawa keluarga untuk dimakamkan di Kota Palopo, Sulawesi Selatan.
"Pihak keluarga membawa jenazahnya ke Kota Palopo untuk kemudian dimakamkan di kampung halamannya," ujar Kadek melalui keterangan tertulisnya, Kamis (6/8).
Advertisement
Pelaku Diburu Polisi
Setelah peristiwa pembunuhan menewaskan suami dan anaknya, Nurhanisa mendapatkan perawatan selama empat hari di RS Bhayangkara Palu. Selanjutnya, Nurhanisa dirujuk ke RSUD Undata untuk menjalani operasi.
Meski telah menjalani operasi, kondisi kesehatan Nurhanisa terus menurun. Pada akhirnya, Nurhanisa menghembuskan napas terakhir di RSUD Undata.
"Untuk pelaku masih dalam pengejaran," ujar dia.
Hal senada disampaikan keluarga Nurhanisa, Dila. Dia menyebut akibat luka tusuk parah membuat kondisi Nurhanisa terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia.
"Pihak rumah sakit sampaikan kalau kondisinya cukup parah. Ada organnya yang terkena tusukan (pisau)," kata Dila.
Meski sudah menjalani operasi, Nurhanisa tetap menghembuskan napas terakhir. Dila menyebut Nurhanisa akan dimakamkan di kampung halaman di Kota Palopo. Lokasi pemakaman Nurhanisa berbeda dengan suami dan anaknya dikuburkan di Kabupaten Barru, Sulsel.
"Kesepakatan keluarga kalau almarhumah dimakamkan di Palopo. Kalau suami dan anaknya dimakamkan di Barru," pungkasnya.