Cerita Aji Bayu, Anak Buruh Bangunan NTT Lulusan Terbaik IPDN

Aji tercatat sebagai lulusan Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan, Fakultas Manajemen Pemerintahan IPDN.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Cerita Aji Bayu, Anak Buruh Bangunan NTT Lulusan Terbaik IPDN
Aji Bayu Ramadhan, putra seorang buruh bangunan asal Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi lulusan terbaik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII Tahun 2026.

Perjuangan Aji Bayu Ramadhan berbuah manis. Putra seorang buruh bangunan asal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu berhasil meraih predikat lulusan terbaik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII Tahun 2026 dengan IPK 3,84, mengungguli 1.203 Pamong Praja Muda lainnya.

Predikat tersebut ditetapkan melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri tentang Pelantikan Lulusan IPDN sebagai Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII Tahun 2026 yang ditandatangani Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian pada Jumat (24/7/2026).

Aji menyampaikan rasa syukur setelah resmi dilantik sebagai Pamong Praja Muda di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026). Baginya, pencapaian itu menjadi kebanggaan keluarga sekaligus bukti bahwa kondisi ekonomi bukan batasan untuk meraih keberhasilan.

"Ini menjadi sebuah penghargaan dan juga kehormatan bagi kami untuk mendapatkan amanah dan juga doa langsung dari pimpinan tertinggi yang ada di Indonesia. Semoga dengan ini kami tetap semangat dan dapat menempuh tugas menjadi pamong praja yang baik ke depan," katanya.

Aji tercatat sebagai lulusan Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan, Fakultas Manajemen Pemerintahan IPDN. Dia mengikuti seleksi melalui jalur pendaftaran Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pemuda tersebut merupakan anak pasangan Winoto Hadi yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan dan Wahyuniarti yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga.

Tak Lupa Asal Usul

Selama menempuh pendidikan di IPDN, Aji mengaku selalu memegang pesan orang tuanya untuk tetap rendah hati dan tidak melupakan asal-usulnya.

"Amanah dari orang tua selalu berpesan untuk tetap rendah hati dan selalu ingat bahwa kami berasal dari masyarakat menengah ke bawah," ujarnya.

Menurut Aji, kondisi ekonomi keluarga justru menjadi penyemangat untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan selama menjalani pendidikan di IPDN.

Setelah resmi dilantik sebagai Pamong Praja Muda, Aji bertekad memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Dia mengaku telah mengembangkan tiga sistem yang dirancang untuk membantu pemerintah mengidentifikasi sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat.

"Saya sendiri sudah membuat tiga sistem yang bertujuan untuk melihat sekaligus menyelesaikan berbagai permasalahan di masyarakat. Mudah-mudahan dengan sistem ini dapat sedikitnya mereduksi beberapa faktor birokrasi yang berdampak langsung kepada masyarakat," katanya, dikutip dari Antara.

Aji juga mengajak generasi muda, khususnya yang berasal dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), agar tidak minder mengejar cita-cita. Menurutnya, kerja keras, doa orang tua, dan semangat belajar menjadi modal utama untuk meraih kesuksesan.

Rekomendasi