Karier Nanik S Deyang, Jadi Kepala BGN Seumur Jagung

Air mata menandai momen berharga dalam perjalanan karir Nanik S Deyang.

Nanda Perdana Putra
Oleh Nanda Perdana Putra - Reporter
Karier Nanik S Deyang, Jadi Kepala BGN Seumur Jagung
Nanik S Deyang menangis terharu usai dilantik Presiden Prabowo Subianto menjadi Kepala BGN. (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Air mata Nanik S Deyang mengalir saat ia menjalani momen bersejarah sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Pada tanggal 8 Juni 2026, saat dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, ia tidak dapat menahan haru ketika menerima tanggung jawab yang besar dari negara.

Hanya sekitar satu setengah bulan setelah pelantikan, pada Rabu (22/7/2026), Nanik kembali menjadi perhatian publik setelah ia mengambil keputusan untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Langkah ini diambil demi menjalani perawatan untuk penyakit jantung yang dideritanya di luar negeri.

Keputusan tersebut ia sampaikan secara langsung melalui akun Facebook pribadinya. Nanik juga menyatakan bahwa ia telah berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto sebelum berangkat untuk mendapatkan pengobatan yang diperlukan.

"Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak presiden untuk melakukan pengobatan di LN untuk jantung saya," ungkap Nanik dalam pernyataannya.

Dirgayuza Setiawan, Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analis Kebijakan, mengonfirmasi berita mengenai pengunduran diri Nanik. Hal ini menunjukkan dukungan dan perhatian pemerintah terhadap kesehatan para pejabatnya.

Meskipun Nanik memutuskan untuk mundur, ia mengungkapkan bahwa Presiden masih meminta agar ia tetap mengawasi Badan Gizi Nasional. Ia bahkan menyebutkan adanya kemungkinan untuk diangkat sebagai Ketua Dewan Pengawas jika lembaga tersebut dibentuk di masa mendatang.

"Kemungkinan presiden akan membentuk dewan pengawas di mana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya (kalau mencereweti kayaknya masih bisa yg penting tidak berhubungan dengan pegang uang, sumpah trauma akut)," jelas Nanik menanggapi situasi tersebut.

Di akhir pernyataannya, Nanik mengajak masyarakat untuk terus mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). "Mari kita dukung program MBG, Bismillah ini akan membawa kebaikan untuk anak-anak Indonesia dan juga perekonomian di daerah," tutup Nanik dengan harapan positif.

Perjalanan Nanik

Nanik S Deyang menangis terharu usai dilantik Presiden Prabowo Subianto menjadi Kepala BGN.
Usai dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BGN, Nanik S Deyang tidak dapat menahan tangis harunya.

Pengunduran diri Nanik menandai akhir dari masa jabatannya yang baru berlangsung sekitar satu setengah bulan. Ia dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BGN pada tanggal 8 Juni 2026, menggantikan posisi Dadan Hindayana.

Pelantikan Nanik menarik perhatian publik, terutama saat ia mengucapkan sumpah jabatan di Istana Negara. Dalam momen tersebut, ia tidak dapat menahan air mata ketika menerima ucapan selamat dari Presiden Prabowo Subianto dan beberapa pejabat negara lainnya.

"Pak Kapolri terima kasih, mohon bantuannya," ungkap Nanik saat bersalaman dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Sebelum menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik memulai kariernya sebagai wartawan di Tabloid Bangkit. Ia kemudian menjadi pemimpin Kelompok Media Peluang (KMP), dan kiprahnya di dunia politik dimulai ketika menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) pada Pilpres 2019 serta tim pemenangan untuk Pilpres 2024.

Setelah itu, Nanik diberikan kepercayaan untuk menjabat sebagai Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin). Ia juga sempat menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional sebelum akhirnya diangkat menjadi Kepala BGN, yang sayangnya harus diakhiri dengan pengunduran dirinya.

Rekomendasi