Tim SAR Intensifkan Pencarian Wisatawan Tenggelam di Waduk Saguling Bandung Barat

Tim SAR gabungan mengintensifkan pencarian seorang wisatawan bernama Deni Kurniawan yang diduga tenggelam di Waduk Saguling, Bandung Barat, setelah melompat dari perahu untuk direkam.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tim SAR Intensifkan Pencarian Wisatawan Tenggelam di Waduk Saguling Bandung Barat
Tim SAR gabungan mengintensifkan pencarian seorang wisatawan bernama Deni Kurniawan yang diduga tenggelam di Waduk Saguling, Bandung Barat, setelah melompat dari perahu untuk direkam. (AntaraNews)

Tim Search and Rescue (SAR) gabungan kini tengah mengintensifkan operasi pencarian terhadap seorang wisatawan yang dilaporkan tenggelam di perairan Waduk Saguling. Insiden tragis ini terjadi di kawasan Kampung Cimanglid, Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memicu respons cepat dari berbagai pihak. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (4/7) malam dan menjadi perhatian serius.

Korban, Deni Kurniawan (19), warga Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, diduga melompat dari perahu di tengah waduk. Laporan mengenai kejadian ini diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung. Mereka kemudian segera mengerahkan tim penyelamat ke lokasi untuk melakukan asesmen dan koordinasi awal.

Operasi pencarian besar-besaran melibatkan berbagai unsur, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat. Polsek Batujajar, keluarga korban, serta masyarakat setempat turut berpartisipasi aktif dalam upaya menemukan Deni Kurniawan. Prioritas utama adalah keselamatan seluruh personel di lapangan selama proses pencarian berlangsung.

Kronologi Insiden Tragis di Tengah Waduk Saguling

Menurut keterangan Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Ghofur Supangkat, korban Deni Kurniawan bersama rekannya, Robin Adam, menyewa perahu. Perahu tersebut dikemudikan oleh Dema Lesmana. Mereka sedang berada di tengah Waduk Saguling saat insiden ini terjadi, jauh dari tepian.

Waduk Saguling dikenal memiliki kedalaman yang signifikan, mencapai sekitar 27 hingga 28 meter di titik kejadian. Korban Deni Kurniawan diduga memaksa melompat dari perahu. Aksi tersebut dilakukan meskipun telah diperingatkan berulang kali oleh pengemudi perahu akan bahaya yang mengintai.

Deni Kurniawan melompat dengan gaya salto ke belakang yang cukup ekstrem. Ia bahkan meminta rekannya merekam aksinya menggunakan telepon seluler dari atas perahu. Setelah melompat, korban sempat muncul ke permukaan air, namun kemudian kembali tenggelam dan menghilang dengan cepat.

Pengemudi perahu, Dema Lesmana, sempat berupaya memberikan pertolongan dengan cepat. Ia mencoba memegang rambut korban saat Deni Kurniawan masih terlihat. Sayangnya, Deni Kurniawan tidak tertolong dan hilang di dalam air. Kejadian ini segera dilaporkan kepada pihak berwenang, memicu respons cepat dari tim SAR dan kepolisian setempat.

Koordinasi dan Intensifikasi Pencarian Korban

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Ade Dian Permana, menyatakan bahwa tim penyelamat langsung diberangkatkan ke lokasi. Pemberangkatan dilakukan setelah menerima laporan pada Sabtu (4/7) malam. Tim tersebut bertugas melakukan asesmen awal dan berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan lainnya di lapangan.

"Setelah menerima laporan, kami langsung mengerahkan satu tim rescue menuju lokasi kejadian. Saat ini tim telah berada di lokasi untuk melakukan koordinasi dan asesmen," kata Ade. Operasi pencarian ini dihentikan sementara pada Sabtu malam karena kondisi lapangan yang tidak memungkinkan. Pencarian kemudian dilanjutkan pada Minggu (5/7) pagi dengan kekuatan penuh.

Pencarian terhadap wisatawan tenggelam di Waduk Saguling ini melibatkan sinergi dari berbagai lembaga dan elemen masyarakat. Selain Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat juga turut serta. Polsek Batujajar, keluarga korban, dan masyarakat setempat aktif dalam upaya menemukan Deni Kurniawan.

Ade Dian Permana juga menekankan pentingnya keselamatan seluruh personel yang terlibat dalam operasi. "Operasi pencarian akan dilaksanakan bersama unsur SAR gabungan dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan," ujarnya. Hal ini menunjukkan komitmen terhadap prosedur keamanan dalam setiap tahapan pencarian, mengingat kedalaman waduk yang ekstrem.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi