Kelelahan Urus Logistik Pemilu, Ketua PPS di OKU Timur Meninggal Dunia

Ketua PPS di OKU Timur sempat dirawat di rumah sakit sebelum meninggal dunia.

Budi Yansah
Oleh Budi Yansah - Reporter
Kelelahan Urus Logistik Pemilu, Ketua PPS di OKU Timur Meninggal Dunia
Kelelahan Urus Logistik Pemilu, Ketua PPS di OKU Timur Meninggal Dunia (Merdeka.com)

Almarhum mengembuskan napas terakhir dalam perawatan di rumah sakit, Minggu (18/2) sore.

Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Banuayu, Kecamatan Buay Pemuka Peliung, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, bernama Suryadi (40), meninggal dunia dalam perawatan di rumah sakit.

Dia dirawat karena kelelahan usai mengurus logistik pemilihan umum.


Pada Selasa (13/2), Suryadi turut mengantar logistik pemilu ke setiap TPS di desanya. Saat itu ia mengeluhkan kesehatannya namun ngotot tetap bekerja.


Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Saat pencoblosan keesokan harinya, Suryadi memantau jalannya pemilu di TPS 03 dan turut mencoblos.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Tiba-tiba, dia mengeluh mual dan dilarikan ke puskesmas. Lantaran kesehatannya menurun, almarhum dirujuk ke RSUD Martapura OKU Timur.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Almarhum mengembuskan napas terakhir dalam perawatan di rumah sakit, Minggu (18/2) sore.


"Karena kelelahan mengurus logistik pemilu pada H-1 almarhum jatuh sakit dan hari pencoblosan dirawat di rumah sakit. Almarhum meninggal Minggu sore kemarin," 

ungkap Ketua KPU Sumsel Andika Pranata Jaya, Selasa (20/2).

merdeka.com

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dalam waktu dekat, KPU akan menyerahkan santunan sebesar Rp46 juta kepada ahli waris. Saat ini masih menunggu surat keterangan dari rumah sakit mengenai penyebab kematian.

"Segera diurus syarat-syaratnya agar ahli waris mendapatkan haknya," 

kata Andika.

merdeka.com

Andika mengaku turut berduka atas kematian salah seorang petugas pemilu. 

Andika mengaku turut berduka atas kematian salah seorang petugas pemilu.&nbsp;<br>
Dok. Istimewa

Dia juga mengimbau petugas pemilu dapat menjaga kesehatan karena proses rekapitulasi suara masih berlangsung hingga Maret mendatang.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Sama-sama kita menjaga kesehatan karena proses pemilu cukup panjang," kata Andika.

Rekomendasi