FOTO: Komisioner BP Tapera Blak-blakan Pilih Rusun Ketimbang Rumah Tapak, Ini Alasannya

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengungkap spesifikasi rumah yang akan diperoleh peserta Tapera.

Liputan6.com
Oleh Liputan6.com - Reporter
FOTO: Komisioner BP Tapera Blak-blakan Pilih Rusun Ketimbang Rumah Tapak, Ini Alasannya
FOTO: Komisioner BP Tapera Blak-blakan Pilih Rusun Ketimbang Rumah Tapak, Ini Alasannya (Merdeka.com)

Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho (kedua kanan) memberikan keterangan dalam konferensi pers di Kantor BP Tapera, Jakarta, Rabu (5/6/2024). Dalam momen tersebut, Heru mengungkap spesifikasi rumah yang akan diperoleh peserta Tapera. Foto: Liputan6.com/Angga Yuniar

Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho (kedua kanan) memberikan keterangan dalam konferensi pers di Kantor BP Tapera, Jakarta, Rabu (5/6/2024). Dalam momen tersebut, Heru mengungkap spesifikasi rumah yang akan
Dok. Istimewa

Heru mengatakan, program Tapera akan fokus membangun hunian berkonsep vertikal atau rumah susun bagi peserta program Tapera ketimbang rumah tapak. Foto: Liputan6.com/Angga Yuniar

Heru mengatakan, program Tapera akan fokus membangun hunian berkonsep vertikal atau rumah susun bagi peserta program Tapera ketimbang rumah tapak. Foto: Liputan6.com/Angga Yuniar
Dok. Istimewa

Menurutnya, rumah susun dipilih lantaran harga tanah yang lebih terjangkau ketimbang rumah tapak. Dengan kata lain, pihaknya saat kesulitan untuk mewujudkan rumah tapak.

Menurutnya, rumah susun dipilih lantaran harga tanah yang lebih terjangkau ketimbang rumah tapak. Dengan kata lain, pihaknya saat kesulitan untuk mewujudkan rumah tapak.
Dok. Istimewa

"Tantangan kami saat ini untuk rumah tapak adalah ketersediaan lokasi," kata Heru. Foto: Liputan6.com/Angga Yuniar

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Untuk itu, pihaknya akan lebih meyakinkan masyarakat untuk dapat tinggal di rumah susun. Diakuinya saat ini membiasakan masyarakat untuk tinggal di hunian vertikal masih menjadi kendala besar pemerintah maupun pengembang properti. Foto: Liputan6.com/Angga Yuniar

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Makanya ke depan mindset untuk membiasakan masyarakat hidup di rumah vertikal itu juga jadi tantangan karena kredit KPR maupun Tapera itu juga kita gunakan untuk membiayai rumah vertikal atau rumah susun, bukan hanya rumah tapak," bebernya. Foto: Liputan6.com/Angga Yuniar

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan (DJPI) Kementerian PUPR, Herry Trisaputra Zuna menambahkan bahwa lokasi rumah bagi penerima Tapera akan diupayakan berada sekitar 1 jam dari lokasi kerja. Jarak ini untuk memudahkan mobilitas penerima manfaat Tapera. Foto: Liputan6.com/Angga Yuniar

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Herry melanjutkan bahwa pemilihan lokasi rumah untuk Tapera yang berjarak hanya sekitar 1 jam dari lokasi kerja mempertimbangkan tren urbanisasi. Di mana, mayoritas tempat bekerja saat ini berada di wilayah perkotaan. Foto: Liputan6.com/Angga Yuniar

Rekomendasi