Dokter Ungkap Penyebab Anak Rentan Kena Polio

Mencegah anak untuk tidak terinfeksi Polio sangat penting.

Merdeka.com
Oleh Merdeka.com - Reporter
Dokter Ungkap Penyebab Anak Rentan Kena Polio
Dokter Ungkap Penyebab Anak Rentan Kena Polio (Merdeka.com)

Dua sampai sepuluh persen anak yang terinfeksi Polio bisa mengalami kelumpuhan yang menyebabkan cacat seumur hidup, hingga kematian.

Dokter Spesialis Anak dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito Yogyakarta, Braghmandita Widya Indraswari mengungkapkan kurang lengkapnya dosis imunisasi berisiko menyebabkan penyakit Polio pada anak.


"Karena Polio ini belum ada obatnya, maka imunisasi menjadi penting. Imunisasi yang tidak lengkap pada anak, menyebabkan anak berisiko terinfeksi Polio," katanya dalam diskusi tentang Polio, Jumat (12/1).

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Selain bermanfaat bagi anak, Widya mengemukakan imunisasi bisa membantu anak-anak lain yang tidak bisa divaksin karena penyakit bawaan tertentu, dengan menciptakan kekebalan kelompok atau herd immunity. Dia mengingatkan, Polio merupakan salah satu virus yang dapat menular dengan cepat.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dia menyebutkan kondisi sanitasi yang kurang baik, lingkungan tinggal yang padat, dan pola hidup yang tidak bersih merupakan sejumlah faktor risiko lain yang dapat mengakibatkan anak terinfeksi Polio.


Mencegah anak untuk tidak terinfeksi Polio penting. 

Mencegah anak untuk tidak terinfeksi Polio penting. 
Dok. Istimewa

Sebab menurutnya, dua sampai sepuluh persen anak yang terinfeksi Polio bisa mengalami kelumpuhan yang menyebabkan cacat seumur hidup, hingga kematian.

"Kalau lumpuh, kaki anak atau individu menjadi tidak bisa dipakai untuk berjalan. Hal ini menyebabkan adanya disabilitas pada anak yang tadinya bisa jalan, sekarang harus menggunakan alat bantu dan mengakibatkan cacat yang sifatnya permanen, seumur hidup," 

katanya, dilansir dari Antara.

merdeka.com

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Adapun terkait dengan kematian, Widya menjelaskan virus Polio yang menyerang sistem saraf dan otot juga bisa menyerang sistem saraf dan otot yang terkait dengan organ pernapasan, sehingga dapat mengganggu proses pernapasan yang lambat laun mengakibatkan kematian.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Secara terpisah, Direktur Jenderal Pencegahan Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, kasus polio dapat dicegah dengan melaksanakan imunisasi Polio lengkap.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Menurutnya, imunisasi Polio lengkap meliputi vaksin polio tetes (OPV) pertama di usia satu bulan, vaksin OPV kedua di usia dua bulan, vaksin OPV ketiga di usia tiga bulan, vaksin OPV keempat dan Polio suntik (IPV) di usia empat bulan, serta vaksin IPV kedua di usia sembilan bulan.

"Kombinasi imunisasi polio tetes dan suntik diberikan untuk mengoptimalkan pembentukan kekebalan terhadap semua virus Polio,"

kata Maxi Rein Rondonuwu.

merdeka.com

Rekomendasi