Diduga Lukas mengidap penyakit gagal ginjal.
Terdakwa kasus dugaan korupsi, Lukas Enembe mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Diduga Lukas mengidap penyakit gagal ginjal.
Kuasa hukum Lukas, Petrus Bala Pattyona menyebut, sebelum meninggal dunia kliennya menjalani perawatan di RSPAD sejak Oktober 2023. Selama itu pula Lukas menjalani cuci darah hingga 15 kali.
"Sejak 1 Oktober sampai hari ini, beliau sudah cuci darah kurang lebih sebanyak 15 kali. Terakhir hari Jumat," ucap Petrus kepada wartawan di rumah duka Gatot Subroto, Selasa (26/12).
"Tadinya kaki dan tangannya bengkak sekali, setelah cuci darah sudah tidak bengkak lagi, itu saja perubahannya," sambung dia.
Advertisement
Rencananya, Lukas dimakamkan di Papua. Hanya saja untuk penerbangan menuju tanah kelahirannya tidak memungkinkan, sebab pesawat kargo jenazah perlu dipesan enam jam sebelum keberangkatan.
Alhasil jenazah mantan Gubernur Papua itu akan bermalam di rumah duka Sentosa dan besok akan dilakukan pemberangkatan ke Papua.
"Kan penerbangan ke Papua itu malam, tidak mungkin malam ini. Bisanya mungkin besok malam, tapi tim pengacara sedang koordinasi,"
Advertisement
ucap dia.
merdeka.com
Advertisement
Jenazah Lukas akan ditemani oleh tim pengacara juga keluarganya saat terbang ke Papua.
Khusus malam ini rencananya dilaksanakan ibadah terlebih dahulu.
"Nunggu semua rapih dulu toh (sudah dimandikan dan didandani jenazahnya) baru nanti malam ada kebaktian,"
tuturnya.
Advertisement
merdeka.com
Diberitakan sebelumnya, Lukas Enembe meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto hari ini, Selasa (26/12). Hal itu dibenarkan oleh kuasa hukumnya, Petrus Bala Pattyona saat dikonfirmasi.
"Betul beliau baru berpulang jam 11.00 WIB," kata Petrus saat dikonfirmasi.
Petrus menyebut saat ini kliennya masih berada di RSPAD sambil menunggu ke kamar jenazah. Rencananya Lukas akan di semayamkan di RSPAD.
"Masih menunggu untuk disemayamkan di RSPAD," jelasnya.