Pendapat Pakar Terkait TNI Ubah Istilah KKB di Papua menjadi OPM

Jenderal Agus mengungkap penggantian nomenklatur itu mengikuti penyebutan dari OPM sendiri.

Henni Rachma Sari
Oleh Henni Rachma Sari - Reporter
Pendapat Pakar Terkait TNI Ubah Istilah KKB di Papua menjadi OPM
Pendapat Pakar Terkait TNI Ubah Istilah KKB di Papua menjadi OPM (Merdeka.com)

Jenderal Agus mengungkap penggantian nomenklatur itu mengikuti penyebutan dari OPM sendiri.


Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengganti penyebutan KST (Kelompok Separatis Teroris)/KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) di Papua menjadi OPM (Organisasi Papua Merdeka).



Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Jenderal Agus mengungkap penggantian nomenklatur itu mengikuti penyebutan dari OPM sendiri.

"Jadi dari mereka sendiri menamakan mereka adalah TPNPB, tentara pembebasan nasional Papua Barat sama dengan OPM," 

kata Jenderal Agus kepada wartawan di Wisma A. Yani, Jakarta Pusat, Rabu (10/4).

merdeka.com


Terkait hal tersebut, Pengamat militer Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menilai perubahan penyebutan dari KST ke OPM tidak berarti tanpa dibarengi dengan perubahan kebijakan negara.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Saya ingin mengingatkan TNI bahwa inisiatif perubahan atribusi itu sebenarnya tidak berarti apa-apa tanpa adanya perubahan kebijakan atau keputusan politik negara," kata Fahmi saat dihubungi.

Operasi Militer Selain Perang (OMSP) TNI di Papua bakal tetap sulit dilakukan.

TNI tetap akan menjadi perbantuan Polri dalam operasi di Papua.



Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sebab, jika negara mengubah kebijakan dan menetapkan status dari OPM menjadi gerakan separatis maka TNI akan bergerak sesuai perintah presiden sebagai panglima tertinggi.

"Sepanjang tidak ada perubahan kebijakan dan keputusan negara, maka OMSP TNI di Papua masih akan sama seperti sebelumnya, yaitu OMSP perbantuan pada Polri dalam rangka pemeliharaan keamanan dan ketertiban," kata Fahmi.


"Bukan OMSP dalam rangka mengatasi gerakan separatis maupun pemberontakan bersenjata," kata Fahmi lagi.

Rekomendasi