FOTO: Melihat Perkebunan dan Pengolahan Kopi Van Dillem Era Kolonial Belanda di Trenggalek

Kopi Van Dillem yang berlokasi di Agrowisata Dilem Wilis, Trenggalek ini merupakan peninggalan kolonial Belanda yang sudah ada sejak tahun 1928.

Arie Basuki
Oleh Arie Basuki - Reporter
FOTO: Melihat Perkebunan dan Pengolahan Kopi Van Dillem Era Kolonial Belanda di Trenggalek
FOTO: Melihat Perkebunan dan Pengolahan Kopi Van Dillem Era Kolonial Belanda di Trenggalek (Merdeka.com)

Kopi Van Dillem yang terkenal itu berasal dari hasil panen biji kopi di Agrowisata Dillem Wilis di Desa Dompyong, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, atau tepatnya di lereng Gunung Wilis.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pecinta kopi rasanya wajib mengunjungi tempat ngopi bersejarah yang satu ini.

Tempatnya menawarkan sensasi mengopi sambil menikmati panorama keindahan alam pegunungan hingga bangunan bernuansa kolonial Belanda yang memiliki sejarah.

Tempat pengolahan biji kopi robusta itu berada di kawasan Agrowisata Dilem Wilis, Trenggalek, Jawa Timur.

Tempat itu telah menarik  wisatawan untuk berkunjung terutama bagi para pecinta kopi.

Tempat pengolahan biji kopi robusta itu berada di kawasan Agrowisata Dilem Wilis, Trenggalek, Jawa Timur.<br><br>Tempat itu telah menarik  wisatawan untuk berkunjung terutama bagi para pecinta kopi.<br>
Dok. Istimewa

Tempat pengolahan kopi dari zaman Belanda itu dikelilingi perkebunan di kawasan lereng gunung Wilis di Desa Dompyong, Bendungan Kab. Trenggalek.

Tempat pengolahan kopi dari zaman Belanda itu dikelilingi perkebunan di kawasan lereng gunung Wilis di Desa Dompyong, Bendungan Kab. Trenggalek.
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Areal perkebunan dan pabrik pengolahan kopi peninggalan kolonial Belanda sejak tahun 1928 itu saat ini dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Trenggalek.

Kondisi bangunan dan mesin pengolahan kopi yang digunakan pada zaman dulu juga masih kokoh dan berfungsi sebagian hingga saat ini.

Kawasan Agrowisata Dilem Wilis memiliki luas 200 hektar dengan produksi kopi robusta tiap tahun sebanyak 250 kg.

Kawasan Agrowisata Dilem Wilis memiliki luas 200 hektar dengan produksi kopi robusta tiap tahun sebanyak 250 kg.
Dok. Istimewa

Sejak zaman dulu mesin pengolahan kopi di pabrik itu sudah menggunakan teknologi ramah lingkungan.

Dulu mesin penggiling kopi di pabrik itu masih menggunakan kincir bertenaga air.

Sejak zaman dulu mesin pengolahan kopi di pabrik itu sudah menggunakan teknologi ramah lingkungan. <br><br>Dulu mesin penggiling kopi di pabrik itu masih menggunakan kincir bertenaga air.<br>
Dok. Istimewa

Namun kini, seiring perjalanan waktu penggunaan kincir air sudah tidak bisa lagi digunakan. Dan kini pengoperasian mesin penggilingan tersebut harus menggunakan tenaga roda hidrolik.

Namun kini, seiring perjalanan waktu penggunaan kincir air sudah tidak bisa lagi digunakan. Dan kini pengoperasian mesin penggilingan tersebut harus menggunakan tenaga roda hidrolik.<br>
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kondisi bangunannya yang masih bernuansa kolonial juga menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Pengelola tempat ini juga mengajak wisatawan keliling melihat proses pengolahan kopi dan juga menjelaskan asal-usul dan jenis-jenis mesin yang dipakai Belanda untuk memproduksi kopi dengan suka rela.

Menurut warga setempat pabrik kopi ini sudah ada sejak masa penjajahan Belanda jauh sebelum Indonesia merdeka.

Dan pemiliknya merupakan warga asli Belanda bernama Meneer Van Dilem.

Menurut warga setempat pabrik kopi ini sudah ada sejak masa penjajahan Belanda jauh sebelum Indonesia merdeka.<br><br>Dan pemiliknya merupakan warga asli Belanda bernama Meneer Van Dilem.
Dok. Istimewa

Untuk mempertahankan cita rasanya, pengolahan kopi Robusta Van Dilem masih menggunakan teknologi asli peninggalan Belanda.

Untuk mempertahankan cita rasanya, pengolahan kopi Robusta Van Dilem masih menggunakan teknologi asli peninggalan Belanda.
Dok. Istimewa

Proses pengemasannya menarik menggunakan bungkus berwarna hitam dan ada gambar bangunan ikonik kincir angin Belanda dengan tulisan 'Van Dillem Coffee.'

Proses pengemasannya menarik menggunakan bungkus berwarna hitam dan ada gambar bangunan ikonik kincir angin Belanda dengan tulisan 'Van Dillem Coffee.'
Dok. Istimewa
Rekomendasi