Polri Tegaskan Netralitas di Pemilu 2024 Harga Mati

Polri mengajak seluruh pimpinan redaksi media untuk bersinergi memberikan edukasi dan literasi.

Nanda Perdana Putra
Oleh Nanda Perdana Putra - Reporter
Polri Tegaskan Netralitas di Pemilu 2024 Harga Mati
Polri Tegaskan Netralitas di Pemilu 2024 Harga Mati (Merdeka.com)
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Polri menegaskan bahwa netralitas dalam pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2024 adalah komitmen harga mati bagi seluruh jajaran kepolisian di Indonesia. Hal itu ditegaskan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho dalam acara Piramida alias Ngopi Bareng Pimpinan Media di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Jadi netralitas Polri adalah harga mati untuk menjaga persatuan dan kesatuan untuk menjaga NKRI," tutur Sandi dihadap para pimpinan redaksi media, Senin (20/11).

Kepada para pimpinan media, Sandi menekankan untuk sama-sama melakukan pengawasan terhadap seluruh anggota kepolisian yang terindikasi melakukan pelanggaran dari komitmen tersebut.

Menurutnya, dengan adanya pengawasan bersama itu akan semakin membantu Polri dalam mewujudkan situasi pesta demokrasi lima tahunan yang aman, damai dan kondusif.

"Tolong lihat, tegur, dan awasi kalau anggota Polri sudah melenceng dari aturan supaya bisa memperbaiki dan membenahi diri agar manjadi lebih baik lagi. Untuk membangun pemilu berjalan dengan baik, lancar, dan damai," jelas dia.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sandi pun mengajak kepada seluruh pimpinan redaksi media untuk sama-sama bersinergi memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat. Terutama terkait dengan sebaran informasi di media sosial yang bersifat hoaks.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Kita harus bisa memberikan edukasi literasi sosialisasi kepada masyarakat agar kedepannya menjadi masyarakat yang patuh akan hukum menjunjung tinggi etika, tata krama dan kesantunan serta kejujuran," ujar Sandi.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Dalam media sosial agar lebih bijak dalam penggunaan media sosial supaya tidak menjadi bumerang bagi pengguna media sosial tersebut," sambungnya.

Rekomendasi