Gembong Narkoba Fredy Pratama Bikin Jaringan Baru, Wanita Ini Jadi Pengendali

Jaringan Fredy telah bertambah empat berdasarkan pengungkapan kasus narkoba oleh Polda Jawa Tengah.

Bachtiarudin Alam
Oleh Bachtiarudin Alam - Reporter
Gembong Narkoba Fredy Pratama Bikin Jaringan Baru, Wanita Ini Jadi Pengendali
Gembong Narkoba Fredy Pratama Bikin Jaringan Baru, Wanita Ini Jadi Pengendali (Merdeka.com)

Polri masih berupaya memburu semua pihak yang terkait Fredy Pratama.

Perburuan terhadap jaringan gembong narkoba Fredy Pratama masih terus dilakukan jajaran Bareskrim Polri.

Kini, Polri menemukan upaya dari Fredy yang kembali membangun jaringan pengedaran narkobanya.


Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Mukti Juharsa mengatakan, temuan itu berdasarkan hasil pendalaman terhadap peran seorang wanita inisial L yang masih buron.

Wanita tersebut menjadi sosok pengendali peredaran narkoba di Indonesia.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Jaringan baru yang dibentuk oleh Fredy Pratama dan dikendalikan langsung oleh Fredy Pratama dengan dikendalikan atas nama L seorang wanita," kata Mukti saat dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (13/3).

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Mukti memastikan, saat ini polisi memburu 
L dan semua pihak yang terkait Fredy Pratama.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Jaringan Fredy Jadi Empat

Jaringan Fredy bertambah empat berdasarkan pengungkapan kasus narkoba oleh Polda Jawa Tengah. Kini total tersangka yang ditangkap terkait jaringan Fredy sebanyak 58 orang.

"Kita sedang mencari tokoh intelektual yang baru, seorang wanita, peran utamanya yang mengendalikan jaringan baru ini dan merekrut orang-orang baru dan juga sebagian mantan narapidana," 

ucap Mukti.

merdeka.com

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Posisi Fredy

Sedangkan untuk posisi Fredy Pratama sendiri, lanjut Jenderal Bintang Satu Tersebut, diduga bersembunyi di dalam hutan kawasan Thailand.

"(Posisi pindah-pindah) Nggak. Saya yakinkan dia masih Thailand, tapi di dalam hutan," ujarnya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Polisi telah berhasil menangkap ribuan tersangka dan ribuan narkotika beragam jenis dalam pengungkapan sejak periode 21 September 2023 hingga 13 Maret 2024, atau selama delapan bulan.


Terhitung 21.676 orang ditangkap dengan 17.710 tersangka dalam proses penyidikan. Sebanyak 3.966 tersangka lainnya sedang dalam proses rehabilitasi. 


Kemudian untuk barang bukti yang diamankan ada sabu seberat 2,8 ton, ekstasi sebanyak 1.030.509 butir, ganja seberat 1,6 ton, kokain seberat 8,64 kilogram, tembakau gorila seberat 127,2 kilogram, ketamin seberat 24,8 kilogram, dan obat keras sebanyak 4.875.406 butir.

Rekomendasi