Advertisement
Tradisi Lebaran di Penjuru Indonesia
Setiap daerah di penjuru Indonesia memiliki beragam tradisi dalam memaknai momen Lebaran.
Advertisement
Lebaran tak hanya identik dengan aktivitas pulang ke kampung halaman dan santap ketupat bersama keluarga. Sebab banyak cerita menarik dari sebuah momen Lebaran.
Pada dasarnya, hakikat Lebaran adalah waktu terbaik untuk bersilaturahmi dan saling bermaaf-maafan. Namun di sejumlah daerah, Lebaran sekaligus momen mengenang kembali tradisi yang dilakukan secara turun temurun sebagai bentuk rasa syukur.
Advertisement
Meriam Karbit
Tradisi membuat meriam karbit selalu dilakukan warga Pontianak sebagai bentuk suka cita menyambut Lebaran.
Advertisement
Tradisi ini biasa disebut dengan malam pasang lampu. Masyarakat Gorontalo sudah melakukannya secara turun temurun sejak abad ke-15 Masehi.
Tradisi Tambilo Tohe biasanya dilakukan pada 3 malam terakhir menjelang Hari Raya Idul Fitri atau tanggal 27 - 30 Ramadan.
Advertisement
Tradisi Grebeg Syawal biasanya digelar keluarga keraton sebagai ungkapan syukur setelah menjalankan puasa di bulan Ramadan.
Kegiatan Grebeg Syawal diawali dengan masuknya keluarga keraton ke pintu Bangsal Pasujudan, Keluar di pintu Penganten dan berakhir di Bangsal Pesanggrahan untuk beristirahat.
Tradisi Meugang Meugang tradisi yang dilakukan masyarakat Aceh ketika menyambut bulan besar seperti Bulan Ramadan dan Bulan Syawal. Pada hari Meugang, para pedagang daging sapi atau kerbau akan membanjiri pasar hingga pinggir jalan di Aceh.
Advertisement
Sesaji Rewanda
Tradisi ini dilaksanakan setiap tanggal 3 Syawal oleh warga kampung Talun kacang, Semarang. Uniknya, tradisi ini tak hanya diikuti oleh para manusia saja, namun para monyet pun ikut serta di dalamnya.
Advertisement
Tari Topeng Muaro Jambi
Tradisi masyarakat Jambi ini digelar untuk menyambut Lebaran. Tradisi ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Topeng dibuat dari kulit labu manis tua dan dihias dengan cat berwarna-warni serta ijuk diletakan di atas kepala.
Tradisi Skilot di Pasuruan dilaksanakan setiap Lebaran Ketupat. Skilot dapat diartikan berselancar di atas lumpur. Dahulu, kegiatan ini dilakukan nelayan daerah pesisir untuk mencari ikan, kerang. Kini menjadi olahraga, permainan tradisional dan tradisi di Pasuruan.