Sebanyak 39,7 ton sampah berhasil diangkut dari Kali Sabi, Kota Tangerang. Aksi ini merupakan bagian dari "Gerakan Bebersih Kali Sabi Tangerang" yang masif dilakukan. Upaya ini menunjukkan komitmen serius dalam menjaga kebersihan lingkungan dan kelestarian ekosistem sungai.
Kolaborasi apik terjalin antara Pemerintah Provinsi Banten melalui UPTD DAS Cidurian-Cisadane dan Pemerintah Kota Tangerang. Masyarakat turut aktif terlibat bersama Banksasuci Foundation dalam program bebersih kali ini. Sinergi berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan kegiatan pembersihan skala besar ini.
Gerakan ini bertujuan sebagai aksi mitigasi bencana hidrometeorologi yang kerap melanda wilayah tersebut. Selain normalisasi, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran kolektif warga akan pentingnya menjaga kebersihan. Pencegahan banjir menjadi tanggung jawab bersama semua elemen masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Kolaborasi Lintas Sektor dalam Gerakan Bebersih Kali Sabi
Ketua Banksasuci Foundation, Ade Yunus, menjelaskan pembagian segmen aksi bebersih kali yang terkoordinasi. Kegiatan ini melibatkan UPTD DAS Cidurian-Cisadane, DPUPR Kota Tangerang, dan Banksasuci. Hasilnya, 39,7 ton sampah berhasil dibersihkan dari Kali Sabi.
Sinergi antara pemerintah daerah dan komunitas menjadi fondasi utama dalam upaya pelestarian lingkungan. Kolaborasi ini membuktikan bahwa penanganan sampah membutuhkan partisipasi aktif dari berbagai pihak. Upaya bersama ini sangat penting untuk keberlanjutan lingkungan yang bersih dan sehat.
Gerakan bebersih Kali Sabi ini bukan hanya sekadar membersihkan sampah secara fisik. Ini adalah wujud nyata dari kolaborasi Pentahelix yang efektif, melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, swasta, dan media. Keterlibatan masyarakat secara langsung sangat diapresiasi oleh pemerintah daerah sebagai pilar utama keberhasilan.
Advertisement
Advertisement
Mitigasi Bencana Hidrometeorologi dan Normalisasi Sungai
Gubernur Banten Andra Soni menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan aksi mitigasi bencana hidrometeorologi. Pencegahan banjir memerlukan upaya kolektif, termasuk gerakan rutin bebersih kali dan sungai. Kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam penanggulangan bencana di wilayah tersebut.
Pemerintah Provinsi Banten terus berupaya mengurangi risiko banjir di berbagai wilayah. Salah satu fokus utamanya adalah normalisasi daerah aliran sungai (DAS) yang vital. Normalisasi juga mencakup situ dan waduk yang berfungsi sebagai penampung air alami.
Andra Soni menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Banten dalam mitigasi bencana banjir. Ikhtiar ini melibatkan berbagai program strategis untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang lebih aman dan bebas dari ancaman banjir.
Advertisement
Advertisement
Apresiasi Pemerintah Kota Tangerang terhadap Gerakan Komunitas
Wali Kota Tangerang Sachrudin menekankan pentingnya kolaborasi Pentahelix dalam mitigasi bencana. Pemerintah tidak dapat bekerja sendirian menghadapi tantangan banjir yang kompleks. Keterlibatan seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan untuk solusi yang komprehensif.
Sachrudin secara khusus mengapresiasi gerakan Bebersih Kali yang diinisiasi oleh Komunitas Peduli Sungai Banksasuci Foundation. Komunitas ini bekerja sama dengan UPTD DAS Cidurian-Cisadane dan DPUPR Kota Tangerang. Aksi rutin ini menunjukkan kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan masyarakat.
Gerakan bebersih kali harus terus digalakkan secara berkelanjutan di seluruh wilayah. Apresiasi ini menjadi dorongan bagi komunitas untuk terus berkontribusi dalam menjaga kebersihan sungai. Dukungan pemerintah sangat vital untuk keberhasilan program-program lingkungan semacam ini.
Advertisement
Sumber: AntaraNews