Perkuat Hubungan Bilateral, Kemenbud Jajaki Kerja Sama Kebudayaan Indonesia-Tiongkok di Berbagai Bidang

Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) memperkuat Kerja Sama Kebudayaan Indonesia-Tiongkok, menjajaki potensi besar di sektor perfilman, pengobatan tradisional, dan industri kreatif. Apa saja peluangnya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Perkuat Hubungan Bilateral, Kemenbud Jajaki Kerja Sama Kebudayaan Indonesia-Tiongkok di Berbagai Bidang
Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) memperkuat Kerja Sama Kebudayaan Indonesia-Tiongkok, menjajaki potensi besar di sektor perfilman, pengobatan tradisional, dan industri kreatif. Apa saja peluangnya? (AntaraNews)

Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) Indonesia baru-baru ini melakukan penjajakan strategis untuk memperkuat Kerja Sama Kebudayaan Indonesia-Tiongkok. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyambut delegasi dari China Association for Economic Development in Asia (CAEDA) dan Global Digital Trade and Transaction Center (GDTTC) di Jakarta. Pertemuan ini menandai langkah penting dalam diplomasi budaya kedua negara.

Penjajakan tersebut berfokus pada berbagai sektor potensial, termasuk pengembangan industri perfilman, pengobatan tradisional, serta industri kreatif berbasis teknologi. Inisiatif ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi kreatif dan pertukaran budaya. Kedua belah pihak menunjukkan antusiasme tinggi terhadap potensi kolaborasi yang luas.

Menteri Fadli Zon menegaskan bahwa industri film Indonesia sedang mengalami pertumbuhan positif dan sangat terbuka terhadap kerja sama internasional. Delegasi Tiongkok juga menyatakan ketertarikan besar untuk memperluas pertukaran budaya. Hal ini menunjukkan komitmen bersama untuk mempererat hubungan bilateral melalui jalur kebudayaan.

Potensi Besar Industri Perfilman Nasional

Fadli Zon menyoroti perkembangan pesat industri film nasional. Produksi film lokal kini mencapai lebih dari 250 judul per tahun. Jumlah penonton juga telah melampaui 122 juta, menunjukkan pasar yang sangat aktif.

Kolaborasi dengan Tiongkok dinilai memiliki potensi besar untuk produksi bersama. Ini juga mencakup pengembangan infrastruktur perfilman di Indonesia. Sineas kedua negara diharapkan dapat bekerja sama menciptakan karya-karya berkualitas.

Kebutuhan layar bioskop di Indonesia masih sangat tinggi. Dari perkiraan 10 ribu layar nasional, baru tersedia sekitar 2.500 layar. Ini membuka ruang investasi dan pengembangan industri perfilman yang signifikan.

Menteri Fadli Zon berharap teknologi bioskop Tiongkok dapat diimplementasikan di tanah air. Tujuannya agar bioskop di Indonesia lebih modern dan relevan dengan perkembangan global.

Perluasan Pertukaran Budaya dan Industri Kreatif

Vice President CAEDA sekaligus Direktur GDTTC, Li Yu, mengungkapkan ketertarikan Tiongkok. Pihaknya ingin memperluas pertukaran budaya Indonesia-Tiongkok. Ini meliputi kerja sama perfilman, pertunjukan seni, konser, hingga pengembangan drama lintas negara.

Ada peluang besar untuk adaptasi drama populer Tiongkok agar diproduksi ulang di Indonesia. Kolaborasi produksi film bersama sineas kedua negara juga sangat terbuka. Inisiatif ini akan memperkaya khazanah budaya kedua bangsa.

Li Yu berharap pertukaran budaya ini akan semakin berkembang. Melalui film, pertunjukan seni, dan kolaborasi industri kreatif, hubungan akan semakin erat. Ini menunjukkan visi jangka panjang untuk kemitraan yang berkelanjutan.

Pengembangan Pengobatan Tradisional dan Pengetahuan Lokal

Delegasi Tiongkok juga memaparkan rencana kerja sama di bidang pengobatan tradisional. Deputy Director Global ITC sekaligus General Manager Center for Medical and Health Industry, Pan Zhaojun, menjelaskan detailnya. Kerja sama ini penting untuk pelestarian warisan budaya.

Kolaborasi mencakup penguatan sumber daya manusia dan pertukaran pengetahuan. Riset bersama serta pengembangan pusat layanan pengobatan tradisional juga menjadi fokus utama. Ini akan meningkatkan kualitas dan jangkauan layanan.

Menteri Fadli Zon menyambut positif gagasan ini dengan antusias. Pengobatan tradisional merupakan bagian esensial dari pemajuan kebudayaan Indonesia. Ini berkaitan erat dengan pengetahuan tradisional masyarakat, termasuk jamu dan kekayaan hayati Nusantara.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi