Sejumlah orang tua yang menitipkan anaknya di sebuah daycare atau tempat penitipan anak Little Aresha yang ada di Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta mengaku trauma usai mendapati anaknya menjadi korban dugaan penganiayaan, perlakuan diskriminatif dan perbuatan tak manusiawi.
Salah satu orang tua anak, Noorman Windarto menyebut dirinya merasa trauma usai melihat bukti video kondisi anaknya saat berada di daycare. Noorman mengaku menyesal mempercayakan dua anaknya dititipkan di sana.
"Saya lihat video dari polisi pas anak-anak masih diikat dan enggak pakai baju. Hanya pakai popok. Ada yang disuruh berdiri di cagak (tiang) pintu. Itu usianya yang sudah besar. Ada yang dibedong. Ada yang di lantai," tutur Noorman, Minggu (26/4).
"Saya trauma. Pas lihat video saya nangis. Kalau ingat video itu, nangis saya," imbuh Noorman menahan tangis.
Noorman mengungkapkan anak-anak yang dititipkan di sana ternyata diperlakukan tak manusiawi. Anak-anak, sambung Noorman hanya dipakaikan popok, diikat pakai kain dan diletakkan begitu saja di lantai tanpa kasur.
"Anak saya di sana diperlakukan tak manusiawi. Anak ditelanjangi hanya pakai popok. Diikat pakai kain. Ditaruh di lantai cuma pakai playmate (alas tipis) bukan kasur," ungkap Noorman.
Noorman menceritakan dua anaknya dititipkan di daycare tersebut. Anak pertamanya sudah dititipkan diusia 2 tahun ditahun 2022 lalu. Anak itu dititipkan hingga umur 5 tahun dan keluar dari daycare ditahun 2025 lalu.
Advertisement
Titipkan Anak Kedua
Sedangkan anak keduanya hingga saat ini masih dititipkan di daycare tersebut. Anak kedua Noorman ini bahkan ada saat polisi melakukan penggerebekan di daycare itu.
Noorman membeberkan setiap pagi jika anaknya mau dimandikan untuk berangkat sekolah selalu menangis ketakutan. Ini terjadi setiap hari sekolah atau dari Senin sampai Jumat.
Sementara dihari Sabtu dan Minggu, anaknya mandi biasa tanpa menangis ketakutan.
Advertisement
Kerap Alami Batuk dan Pilek
"Dari Senin sampai Jumat kalau mandi mau berangkat sekolah pasti menangis seperti ketakutan. Kalau Sabtu dan Minggu, natural saja. Mandinya tidak pakai nangis. Saat ini saya baru ngeh mungkin ini semacam trauma ya," ucap Noorman.
Anak Noorman juga kerap mengalami batuk dan pilek. Bahkan hampir setiap bulan sekali harus masuk rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
"Anak yang nomor dua, setiap bulan masuk rumah sakit. Diperiksa dokter divonis anak saya pneumonia. Saya gak menyangka kalau kondisi ini ternyata disebabkan karena perlakuan di daycare anak saya," urai Noorman.