Lembaga Pemasyarakatan (LPP) Perempuan Kelas II A Palembang, Sumatera Selatan, baru-baru ini menggelar kegiatan pembinaan kepribadian yang berfokus pada penguatan mental dan psikologis. Acara ini ditujukan bagi warga binaan perempuan, dengan mengusung tema mendalam mengenai arti bertahan sebagai seorang ibu.
Kegiatan ini bertujuan utama untuk membangkitkan kembali semangat juang para perempuan di dalam lapas. Harapannya, mereka dapat menjaga ikatan batin yang kuat dengan keluarga, meskipun terpisah oleh jarak dan ruang.
Kepala LPP Kelas II A Palembang, Desi Andriyani, menegaskan bahwa program Pembinaan Warga Binaan LPP Palembang ini juga diselenggarakan bertepatan dengan momen peringatan Hari Kartini 2026, menjadikannya lebih bermakna.
Advertisement
Advertisement
Desi Andriyani menekankan bahwa berada di balik jeruji bukanlah akhir dari segalanya bagi para warga binaan. Sebaliknya, masa pembinaan ini harus dijadikan momentum penting untuk memperbaiki diri secara menyeluruh.
Tujuannya adalah agar kelak, ketika bebas, mereka dapat kembali ke pelukan keluarga sebagai sosok yang jauh lebih tangguh dan berdaya. Pemahaman ini menjadi inti dari Pembinaan Warga Binaan LPP Palembang yang sedang berlangsung.
Seorang ibu, menurut Desi, adalah tiang penyangga bagi anak-anaknya. Oleh karena itu, LPP Palembang ingin warga binaan memahami bahwa perjuangan mereka untuk menjadi pribadi yang lebih baik merupakan bentuk pengabdian nyata bagi masa depan anak-anak mereka, meskipun saat ini terpisah.
Advertisement
Advertisement
Melalui program ini, LPP Palembang berharap para perempuan binaan tidak hanya menjalani masa hukuman secara formal, tetapi juga mengalami transformasi batin yang mendalam. Ini adalah bagian krusial dari upaya Pembinaan Warga Binaan LPP Palembang.
Dengan memahami arti bertahan dan pentingnya peran seorang ibu, mereka diharapkan memiliki alasan kuat untuk tidak mengulangi kesalahan di masa lalu. Fokus utama adalah menjadi sosok ibu yang dibanggakan oleh anak-anak dan keluarga.
Desi Andriyani juga mengingatkan para warga binaan untuk menjadikan sosok Kartini sebagai inspirasi utama. Kartini melambangkan wanita yang tangguh, berani, dan berjuang untuk kemajuan, nilai-nilai yang relevan bagi para ibu binaan.
Advertisement
Advertisement
Selain sesi pembinaan mental, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan berbagai agenda interaktif yang melibatkan keluarga. Acara tersebut mencakup fashion show ibu dan anak, menari bersama warga binaan, serta berbagai perlombaan hiburan.
Setidaknya 200 keluarga mendapatkan kesempatan istimewa untuk hadir langsung ke LPP Palembang dan mengikuti kegiatan tersebut. Ini menunjukkan komitmen LPP dalam mendukung reintegrasi sosial warga binaan.
Mulai dari keluarga hingga anak-anak diberikan kesempatan untuk bertemu langsung dengan para ibu mereka yang sedang dalam tahap pembinaan. Momen ini sangat penting untuk memperkuat ikatan emosional dan memberikan dukungan moral yang tak ternilai.
Advertisement
Sumber: AntaraNews