Pemerintah Provinsi Riau melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau terus berupaya mengatasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan melancarkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Upaya ini merupakan bagian dari strategi komprehensif untuk mencegah dan menanggulangi bencana asap akibat karhutla yang kerap melanda wilayah tersebut.
Sejak 28 Maret lalu, OMC tahap kedua di Riau telah berhasil menyemai sebanyak 25 ton garam, bertujuan untuk menciptakan hujan buatan di daerah-daerah rawan. Kegiatan serupa juga sudah dilaksanakan pada awal Februari, menunjukkan konsistensi dalam penanganan dini.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Damkar Riau, Jim Gafur, menjelaskan bahwa OMC ini difokuskan pada wilayah pesisir timur Riau. Area yang menjadi sasaran meliputi Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hilir, Siak, Pelalawan, serta Kota Dumai, yang dikenal memiliki banyak lahan gambut.
Advertisement
Advertisement
Strategi Hujan Buatan dan Wilayah Sasaran Operasi Modifikasi Cuaca Riau
Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Riau memanfaatkan pesawat Cessna C208B/PK-AKR milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia. Pesawat ini bertugas menyemai bahan semai awan, yaitu garam, ke atmosfer untuk merangsang pembentukan awan hujan.
Penentuan wilayah sasaran untuk Operasi Modifikasi Cuaca Riau tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan berdasarkan analisis mendalam dan rekomendasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Hal ini memastikan bahwa penyemaian garam dilakukan di lokasi yang paling potensial dan membutuhkan, demi efektivitas program.
Fokus utama OMC adalah membasahi lahan, khususnya lahan gambut yang sangat rentan terbakar saat musim kemarau. Dengan adanya hujan buatan, diharapkan kelembaban tanah meningkat, sehingga risiko terjadinya karhutla dapat diminimalisir secara signifikan.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Logistik dan Perkembangan Penanganan Karhutla di Riau
Selain pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca Riau, Provinsi Riau juga diperkuat dengan keberadaan helikopter untuk penanganan karhutla. Saat ini, total ada empat helikopter yang beroperasi di Riau, dua unit untuk kegiatan patroli dan dua unit lainnya khusus untuk 'water bombing'.
Penambahan dua unit helikopter bom air ini sangat membantu upaya pemadaman api dari udara, terutama di area yang sulit dijangkau tim darat. Keberadaan armada udara yang memadai menjadi kunci dalam respons cepat terhadap titik api yang muncul.
Berkat upaya gabungan, termasuk Operasi Modifikasi Cuaca Riau dan dukungan helikopter, kondisi titik panas di Riau dilaporkan telah menurun drastis. Bahkan, laporan kebakaran lahan saat ini menunjukkan angka nihil, menandakan keberhasilan penanganan awal.
Advertisement
Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera di Provinsi Riau juga telah menuntaskan operasi pemadaman di Pulau Bengkalis, Kabupaten Bengkalis. Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menyatakan bahwa operasi pendinginan terakhir dilakukan di Desa Kelemantan Barat pada Kamis (9/4), menandai tuntasnya pemadaman.
Sumber: AntaraNews