Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Rendi Solihin, menegaskan bahwa daerahnya telah lama menjadi lumbung pangan utama di Provinsi Kalimantan Timur. Klaim ini didukung oleh kontribusi signifikan Kukar dalam memenuhi kebutuhan beras regional. Tercatat, Kukar memasok sekitar 50 persen dari total konsumsi beras warga Kaltim.
Pernyataan tersebut disampaikan Rendi Solihin di Tenggarong pada hari Jumat, 10 April 2026, menyoroti peran strategis Kukar dalam ketahanan pangan daerah. Data produksi padi menunjukkan konsistensi Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai produsen terbesar di Kalimantan Timur. Hal ini membuktikan posisi Kukar sebagai penyangga utama pasokan pangan daerah.
Kontribusi besar ini menjadikan Kutai Kartanegara sebagai tulang punggung ketersediaan pangan di Kaltim. Keberlanjutan produksi yang tinggi ini menjadi bukti nyata kapasitas pertanian di wilayah tersebut. Masyarakat Kaltim sangat bergantung pada pasokan beras dari Kukar untuk kebutuhan sehari-hari mereka.
Advertisement
Advertisement
Dominasi Produksi Padi Kutai Kartanegara di Kaltim
Produksi padi di Kutai Kartanegara secara konsisten mendominasi sektor pertanian Kalimantan Timur. Pada tahun 2023, Kukar mencatat produksi gabah kering giling (GKG) sebesar 115,10 ribu ton. Angka ini menyumbang lebih dari 50 persen dari total produksi Kaltim yang mencapai 226,97 ribu ton GKG dari sepuluh kabupaten/kota.
Tren peningkatan produksi padi terus berlanjut pada tahun 2024, di mana Kukar kembali menunjukkan performa unggul. Produksi padi Kukar meningkat menjadi 122,94 ribu ton GKG. Sementara itu, total produksi padi Kaltim pada tahun yang sama tercatat sebesar 249,64 ribu ton GKG.
Proyeksi untuk tahun 2025 juga memperlihatkan dominasi Kukar dalam produksi padi di Kalimantan Timur. Dari total 270,87 ton GKG padi Kaltim, Kukar diperkirakan menyumbang 110,87 ton GKG. Angka ini jauh melampaui kontribusi Kabupaten Paser (67,65 ton GKG) dan Kabupaten Penajam Paser Utara (47,58 ton GKG), serta sisanya dari kabupaten/kota lain.
Advertisement
Advertisement
Luas Panen dan Potensi Perikanan Kukar
Tingginya produksi padi di Kutai Kartanegara tidak lepas dari luasnya area panen yang dimiliki kabupaten ini. Pada tahun 2025, dari total 66.518 hektare luas panen padi Kaltim, Kukar menyumbang area terluas. Luas panen di Kukar mencapai 26.287 hektare, menjadikannya kontributor terbesar.
Perbandingan dengan daerah lain menunjukkan keunggulan Kukar dalam luas lahan pertanian padi. Kabupaten Paser menempati posisi kedua dengan 14.599 hektare, diikuti oleh Kabupaten Penajam Paser Utara dengan 13.570 hektare. Data ini memperkuat posisi Kukar sebagai pusat pertanian padi di Kalimantan Timur.
Selain sektor pertanian, Wakil Bupati Rendi Solihin juga menyoroti potensi besar sektor perikanan di Kukar. Hasil perikanan dari sungai maupun laut di Kutai Kartanegara bahkan mampu menjangkau pasar hingga Pulau Jawa. Untuk mendukung operasional nelayan, pemerintah daerah berharap adanya bantuan pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN/SPBUN) dari pemerintah pusat.
Advertisement
Advertisement
Tantangan dan Kebutuhan Dukungan Pertanian Kukar
Meskipun memiliki potensi besar, sektor pertanian di Kutai Kartanegara menghadapi beberapa tantangan yang perlu diatasi. Salah satu isu krusial adalah kondisi lahan pertanian yang memiliki tingkat keasaman tinggi. Hal ini memerlukan penanganan khusus untuk menjaga produktivitas tanah.
Wakil Bupati Rendi Solihin menekankan pentingnya ketersediaan kapur untuk meningkatkan kualitas lahan pertanian. Kebutuhan kapur menjadi sangat vital guna menetralkan keasaman tanah dan mengoptimalkan hasil panen. Dukungan ini diharapkan dapat menjaga keberlangsungan pertanian di Kukar.
Selain kapur, ketersediaan pupuk juga menjadi perhatian utama bagi para petani di Kutai Kartanegara. Rendi Solihin meminta dukungan agar pasokan pupuk dapat selalu terpenuhi. Pemenuhan kebutuhan pupuk esensial untuk memastikan pertumbuhan tanaman yang optimal dan hasil panen yang melimpah.
Advertisement
Sumber: AntaraNews