65 SMP di Papua Andalkan VSAT untuk Kelancaran TKA 2026 di Tengah Tantangan Jaringan

Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pendidikan memastikan 65 Sekolah Menengah Pertama (SMP) akan menggunakan jaringan satelit VSAT untuk mendukung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026, guna mengatasi potensi gangguan jaringan telekomunikasi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
65 SMP di Papua Andalkan VSAT untuk Kelancaran TKA 2026 di Tengah Tantangan Jaringan
Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pendidikan memastikan 65 Sekolah Menengah Pertama (SMP) akan menggunakan jaringan satelit VSAT untuk mendukung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026, guna mengatasi potensi gangguan jaringan telekomunikasi. (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Pendidikan (Disdik) setempat mencatat sebanyak 65 satuan pendidikan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat akan menggunakan jaringan satelit atau VSAT. Penggunaan teknologi ini bertujuan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 bagi para pelajar di wilayah tersebut. Langkah proaktif ini diambil untuk meminimalisir kendala jaringan yang kerap menjadi tantangan di Papua.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Papua, Marthen Medlama, di Jayapura, menyatakan bahwa dengan sistem VSAT, pelajar di 65 sekolah tersebut dapat mengikuti ujian dengan tenang tanpa adanya gangguan jaringan. Ini merupakan solusi strategis untuk memastikan proses TKA 2026 berjalan optimal. Total terdapat 229 satuan pendidikan tingkat SMP yang terdata di seluruh Papua.

Strategi penggunaan VSAT ini menjadi semakin krusial mengingat adanya insiden penurunan layanan telekomunikasi digital TelkomGroup yang terjadi baru-baru ini. Gangguan tersebut sempat melumpuhkan konektivitas di Jayapura selama beberapa jam, menyebabkan sejumlah sekolah yang mengandalkan jaringan terestrial harus menjadwalkan ulang ujian.

Distribusi Jaringan VSAT dan Telkom di Berbagai Wilayah Papua

Dari total 229 satuan pendidikan tingkat SMP di Papua, 65 sekolah telah mengadopsi teknologi VSAT untuk konektivitas internet. Sementara itu, 164 sekolah lainnya masih bergantung pada layanan Telkom atau Telkomsel sebagai penyedia jaringan utama. Perbedaan infrastruktur ini menunjukkan upaya adaptasi terhadap kondisi geografis dan tantangan konektivitas di berbagai daerah di Papua.

Data rinci penggunaan jaringan VSAT dan Telkom/Telkomsel menunjukkan variasi signifikan antar kabupaten/kota. Di Kota Jayapura, dari 49 satuan pendidikan, hanya satu sekolah yang menggunakan VSAT, sedangkan 48 sekolah lainnya memanfaatkan jaringan Telkom atau Telkomsel. Pola serupa juga terlihat di Kabupaten Jayapura, di mana sembilan dari 48 SMP menggunakan VSAT, dan 39 lainnya mengandalkan Telkom/Telkomsel.

Kabupaten Biak Numfor mencatat 51 satuan pendidikan, dengan 11 sekolah berbasis VSAT dan 40 sekolah berbasis Telkom/Telkomsel. Sementara itu, Kabupaten Kepulauan Yapen memiliki 21 satuan pendidikan, di mana delapan sekolah menggunakan VSAT dan 13 lainnya memanfaatkan jaringan Telkom/Telkomsel. Kabupaten Keerom juga menunjukkan distribusi serupa dengan enam sekolah menggunakan VSAT dan 12 lainnya menggunakan jaringan Telkom/Telkomsel dari total 18 satuan pendidikan.

Berikut adalah rincian distribusi penggunaan jaringan di beberapa kabupaten/kota lainnya:

  • Kabupaten Sarmi: 8 sekolah menggunakan VSAT, 8 sekolah menggunakan Telkom/Telkomsel (total 16 satuan pendidikan).
  • Kabupaten Supiori: 6 sekolah menggunakan VSAT, 3 sekolah menggunakan Telkom/Telkomsel (total 9 satuan pendidikan).
  • Kabupaten Waropen: 12 sekolah menggunakan VSAT, 1 sekolah menggunakan Telkom/Telkomsel (total 13 satuan pendidikan).
  • Kabupaten Mamberamo Raya: Seluruh empat satuan pendidikan menggunakan jaringan VSAT.

Antisipasi Gangguan Jaringan dan Ujian Susulan TKA 2026

Gangguan jaringan telekomunikasi menjadi salah satu tantangan utama dalam pelaksanaan ujian berbasis daring di Papua. Insiden terbaru yang terjadi pada Kamis (9/4) di Jayapura, di mana layanan TelkomGroup terganggu dari pukul 08.45 WIT hingga 14.30 WIT, menjadi bukti nyata kerentanan konektivitas. Gangguan ini disebabkan oleh kendala pada perangkat penguat sinyal (amplifier) di fasilitas Cable Landing Station (CLS) Amai, titik terminasi jaringan kabel laut SKKL Patara di Papua.

Sebagai respons terhadap gangguan tersebut, Plt Kepala Disdik Papua Marthen Medlama menjelaskan bahwa siswa di 164 sekolah yang menggunakan layanan Telkom/Telkomsel dan terdampak gangguan jaringan akan melakukan ujian susulan. Ujian tersebut dijadwalkan ulang pada Jumat (10/4). Kebijakan ini diambil untuk memastikan tidak ada siswa yang dirugikan akibat masalah teknis.

Penggunaan VSAT oleh 65 SMP untuk TKA 2026 merupakan langkah antisipasi yang efektif. Dengan jaringan satelit, sekolah-sekolah tersebut dapat meminimalisir dampak dari gangguan jaringan terestrial yang mungkin terjadi. Ini menjamin keberlangsungan proses pendidikan dan evaluasi akademik tanpa hambatan yang berarti.

Fokus Pemprov Papua pada diversifikasi akses internet melalui VSAT menunjukkan komitmen dalam menyediakan infrastruktur yang handal. Tujuannya adalah untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, termasuk TKA 2026, di seluruh wilayah, terutama di daerah-daerah yang memiliki tantangan geografis dan infrastruktur telekomunikasi yang belum merata.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi