Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) budi daya dan pengembangbiakan ternak kambing dan domba. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 585 peternak dari berbagai kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dengan tujuan utama meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan peternak.
Bimtek ini merupakan wujud komitmen Fapet UGM dalam berkontribusi pada pengembangan subsektor peternakan di Indonesia, khususnya di DIY. Dekan Fapet UGM, Budi Guntoro, menyatakan harapan besar agar bimtek ini menjadi sarana transfer ilmu dan teknologi yang aplikatif.
Kegiatan yang dimulai pada Sabtu (04/4) ini akan berlangsung selama dua hari, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan intensif di masing-masing kelas selama satu bulan ke depan. Inisiatif ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan peternak lokal dalam menghadapi tantangan dan persaingan di sektor peternakan.
Advertisement
Advertisement
Meningkatkan Kapasitas SDM dan Produktivitas Peternakan
Bimtek budi daya kambing domba ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) peternak di DIY. Peningkatan kapasitas ini mencakup aspek produksi, kesehatan ternak, kesejahteraan hewan, dan pengelolaan usaha secara keseluruhan.
Menurut Budi Guntoro, kambing dan domba memiliki peran penting bagi DIY, tidak hanya sebagai penghasil daging atau protein hewani. Lebih dari itu, ternak ini merupakan sumber pendapatan utama bagi masyarakat peternak serta memiliki nilai sosial, budaya, dan ekonomi yang signifikan di wilayah tersebut.
Fokus pada peningkatan produktivitas dan daya saing peternakan kambing dan domba menjadi kunci utama. Hal ini mengingat potensi besar daerah seperti Kulon Progo, Sleman, Bantul, dan Gunung Kidul sebagai penghasil kambing domba pedaging yang melimpah.
Advertisement
Advertisement
Mewujudkan Peternakan Berkelanjutan dan Kesejahteraan Hewan
Fapet UGM menekankan pentingnya konsep peternakan berkelanjutan dalam setiap aspek budi daya. Konsep ini tidak hanya berorientasi pada produksi dan keuntungan ekonomis semata, tetapi juga memperhatikan dampak sosial dan lingkungan dari kegiatan peternakan.
Dalam pemeliharaan ternak, penerapan konsep kesejahteraan hewan menjadi prioritas. Hewan tidak hanya dieksploitasi untuk produksi, melainkan harus ditangani sesuai dengan prinsip perikehewanan. Ini mencakup perlakuan yang manusiawi dan memastikan kondisi hidup ternak yang layak.
Inisiatif ini merupakan perwujudan nyata dari Tri Dharma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Fapet UGM berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama dengan berbagai daerah di seluruh Indonesia dalam pengembangan sektor peternakan.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Pemerintah Daerah untuk Kesejahteraan Peternak
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY, Aris Eko Nugroho, menyambut baik kerja sama dengan Fapet UGM ini. Ia menyoroti bagaimana produk olahan kambing dan domba menjadi daya tarik kuliner bagi wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta.
Melalui sinergi ini, pemerintah daerah berharap potensi kambing dan domba di Yogyakarta dapat lebih optimal dalam menyejahterakan masyarakat. Masyarakat DIY secara turun-temurun menganggap domba, kambing, dan sapi sebagai 'Rojo Koyo' atau raja kaya, yang merupakan harta berharga untuk kesejahteraan.
Sumber: AntaraNews
Advertisement