Teladan Kesetiaan Rasul Petrus: Pastor KSK Nabire Ajak Umat Katolik Berjuang di Jumat Agung

Pastor Yohanes Adriyanto Dwi Mulyono dari KSK Nabire mengajak umat Katolik meneladani kesetiaan Rasul Petrus saat perayaan Jumat Agung, mengingatkan bahwa perjuangan untuk setia adalah kunci, bukan kesempurnaan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Teladan Kesetiaan Rasul Petrus: Pastor KSK Nabire Ajak Umat Katolik Berjuang di Jumat Agung
Pastor Yohanes Adriyanto Dwi Mulyono dari KSK Nabire mengajak umat Katolik meneladani kesetiaan Rasul Petrus saat perayaan Jumat Agung, mengingatkan bahwa perjuangan untuk setia adalah kunci, bukan kesempurnaan. (AntaraNews)

Nabire, Papua Tengah – Ribuan umat Katolik di Nabire memadati Gereja Kristus Sahabat Kita (KSK) untuk merayakan Jumat Agung, hari yang diperingati untuk mengenang penderitaan dan wafatnya Yesus Kristus. Dalam khotbahnya, Pastor Paroki KSK Nabire, Yohanes Adriyanto Dwi Mulyono, menyerukan umat untuk mengambil pelajaran berharga dari kisah Rasul Petrus. Ajakan ini menitikberatkan pada pentingnya meneladani kesetiaan Rasul Petrus dalam menjalani kehidupan sehari-hari, meskipun sebagai manusia tidak luput dari kesalahan dan keterbatasan.

Pastor Yohanes menekankan bahwa para murid Yesus, termasuk Rasul Petrus, bukanlah sosok yang sempurna, melainkan pribadi-pribadi yang terus berjuang untuk tetap setia di tengah berbagai kelemahan. Pesan ini disampaikan di hadapan ribuan umat yang hadir, menciptakan suasana reflektif dan penuh makna. Perayaan Jumat Agung sendiri berlangsung dalam suasana damai dan lancar di berbagai gereja Kristen Protestan dan Katolik di wilayah Nabire.

Kisah Rasul Petrus menjadi cerminan bagi umat untuk tidak menyepelekan hal-hal kecil yang dapat berujung pada kegagalan dan penyesalan. Pastor Yohanes mengingatkan bahwa kesetiaan kepada Tuhan tidak diukur dari kesempurnaan, melainkan dari komitmen untuk terus bangkit dan memperbaiki diri setiap kali jatuh dalam kesalahan, serta berani memikul tanggung jawab sebagai pengikut Kristus.

Perjuangan Kesetiaan di Tengah Keterbatasan Manusia

Pastor Yohanes Adriyanto Dwi Mulyono menyoroti bahwa para murid Yesus, termasuk Rasul Petrus, adalah contoh nyata bahwa kesetiaan bukanlah milik mereka yang tanpa cela. Mereka adalah individu yang terus berjuang untuk mempertahankan iman dan komitmen mereka, meskipun dihadapkan pada keterbatasan manusiawi. Ini menjadi teladan kesetiaan Rasul Petrus yang relevan bagi umat Katolik di Nabire.

Kisah Rasul Petrus secara khusus menunjukkan bagaimana kegagalan sering kali bermula dari hal-hal yang dianggap sepele atau tidak penting. Sikap membiarkan ketidakbenaran atau menggampangkan persoalan dapat secara perlahan menjauhkan seseorang dari Tuhan. Hal ini, menurut Pastor Yohanes, berujung pada penyesalan mendalam, persis seperti yang dialami Petrus saat menyangkal Yesus.

Pengalaman hidup Rasul Petrus ini menjadi refleksi penting bagi seluruh umat agar tidak mengulangi kesalahan serupa. Umat diajak untuk senantiasa berusaha memperbaiki diri dan tidak meremehkan dampak dari tindakan kecil. Pesan ini menggarisbawahi bahwa setiap langkah kecil memiliki potensi besar dalam membentuk perjalanan iman seseorang.

Pentingnya Berjaga-jaga dalam Iman dan Tanggung Jawab

Selain menyoroti teladan kesetiaan Rasul Petrus, Pastor Yohanes juga mengingatkan umat Katolik akan urgensi untuk selalu berjaga-jaga dalam iman. Sikap waspada ini penting agar umat tidak mudah tergelincir dalam godaan atau kesalahan yang dapat merusak hubungan dengan Tuhan. Ini adalah bagian integral dari komitmen menjadi pengikut Kristus.

Umat juga diajak untuk berani memikul tanggung jawab sebagai pengikut Kristus dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari. Tanggung jawab ini mencakup tindakan, perkataan, dan keputusan yang mencerminkan nilai-nilai keimanan yang dianut. Kesetiaan kepada Tuhan, menurut Pastor Yohanes, tidaklah diukur dari kesempurnaan mutlak, melainkan dari konsistensi untuk bangkit dan memperbaiki diri setelah melakukan kesalahan.

Terakhir, Pastor Yohanes mengajak umat untuk senantiasa memohon rahmat dan bimbingan Tuhan agar mampu menjalani hidup dengan penuh kesetiaan. Dengan rahmat ilahi, umat diharapkan dapat menghindari kesalahan kecil berkembang menjadi persoalan besar yang mengganggu iman. Ajakan ini menjadi dorongan untuk terus berjuang dalam iman dan berjalan bersama dalam kebenaran.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi