Uni Eropa (UE) menyampaikan belasungkawa dan simpati terdalam kepada keluarga para penjaga perdamaian Indonesia yang gugur, kepada Republik Indonesia, dan kepada semua pihak yang terdampak oleh kehilangan tragis tersebut. Pernyataan ini menyusul insiden yang merenggut nyawa tiga personel Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) asal Indonesia. UE mengutuk keras insiden tersebut dan menekankan pentingnya jaminan keselamatan personel PBB.
UE menggemakan pernyataan Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB yang mengutuk insiden baru-baru ini yang mengakibatkan kematian tiga penjaga perdamaian Indonesia. Berdasarkan hukum internasional, keselamatan dan keamanan personel serta properti PBB harus dijamin setiap saat, demikian tegas Uni Eropa dalam pernyataan resminya di Jakarta.
Peristiwa tragis ini menyoroti risiko yang dihadapi pasukan perdamaian dan pentingnya kepatuhan terhadap hukum internasional. Indonesia telah menuntut penyelidikan yang cepat, menyeluruh, dan transparan dari PBB atas serangan di Lebanon selatan tersebut. PBB sendiri telah memastikan bahwa penyelidikan sedang berlangsung dan hasilnya dapat diumumkan dalam waktu dekat.
Advertisement
Advertisement
Tragedi Gugurnya Prajurit Penjaga Perdamaian RI di Lebanon
Pada 29 Maret, seorang anggota pasukan perdamaian UNIFIL asal Indonesia, Praka Farizal Rhomadhon, gugur akibat tembakan artileri. Insiden tragis ini terjadi di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia, dekat Adchit Qusayr, Lebanon selatan.
Sehari setelahnya, musibah kembali menimpa kontingen Indonesia. Dua anggota pasukan UNIFIL Indonesia lainnya, Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan, gugur dalam serangan terhadap konvoi logistik UNIFIL. Serangan ini terjadi di dekat Bani Hayyan, Lebanon selatan, menambah daftar panjang korban dalam misi perdamaian.
Menanggapi insiden ini, Uni Eropa menyampaikan belasungkawa mendalam dan simpati kepada keluarga korban, Republik Indonesia, serta semua pihak yang terdampak. UE menegaskan bahwa berdasarkan hukum internasional, keselamatan dan keamanan personel serta properti PBB harus selalu terjamin.
Advertisement
Advertisement
Tuntutan Indonesia dan Respons PBB atas Insiden
Perwakilan Tetap RI untuk PBB, Umar Hadi, pada Selasa (31/3), secara tegas menuntut penyelidikan PBB yang cepat, menyeluruh, dan transparan. Penyelidikan ini diminta untuk mengusut tuntas serangan Israel di Lebanon selatan yang telah menewaskan tiga prajurit Indonesia.
Indonesia juga meminta Dewan Keamanan PBB untuk memantau dan menindaklanjuti hasil penyelidikan secara tegas. Selain itu, Indonesia menuntut pertanggungjawaban hukum para pelaku tanpa pemberian kekebalan dalam kasus serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian tersebut.
Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, pada Rabu (1/4), memastikan bahwa penyelidikan terhadap serangan yang menyebabkan gugurnya tiga personel Indonesia di UNIFIL sedang berlangsung. Dujarric menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian UNIFIL adalah hal yang tidak dapat diterima dan harus dipertanggungjawabkan.
Advertisement
Meskipun upaya penyelidik mendatangi lokasi kejadian sedikit terhambat karena kebutuhan untuk meredakan ketegangan dengan pihak-pihak terkait, Dujarric memastikan PBB selalu berkomitmen untuk mendapatkan fakta yang sebenar-benarnya. Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian, Jean-Pierre Lacroix, juga menekankan bahwa pihaknya terus memantau situasi di lapangan demi keselamatan dan keamanan personel.
Advertisement
Desakan Indonesia untuk Kepatuhan Hukum Internasional
Indonesia turut mendesak semua pihak, termasuk Israel, untuk menghentikan agresi yang terjadi di wilayah tersebut. Desakan ini merupakan bagian dari upaya untuk meredakan ketegangan dan mencegah jatuhnya korban lebih lanjut.
Selain itu, Indonesia juga menyerukan kepatuhan terhadap hukum internasional guna menjamin keselamatan personel dan perlindungan aset milik Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kepatuhan terhadap hukum internasional dianggap krusial untuk menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah konflik.
Sumber: AntaraNews
Advertisement