KKP Pastikan Ribuan Pekerjaan Lokal di Proyek Tambak Udang Waingapu Sumba Timur

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen melibatkan masyarakat lokal dalam proyek strategis nasional Tambak Udang Waingapu, Sumba Timur, yang diproyeksikan menciptakan ribuan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
KKP Pastikan Ribuan Pekerjaan Lokal di Proyek Tambak Udang Waingapu Sumba Timur
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) gencar memperkuat pemasaran digital produk perikanan pesisir, melatih ratusan peserta agar mampu menembus pasar domestik dan mancanegara. Bagaimana strategi ini meningkatkan kesejahteraan nelayan? (Merdeka.com)

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan komitmennya untuk melibatkan masyarakat lokal dalam pembangunan dan operasional proyek tambak udang terintegrasi di Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Proyek strategis nasional ini diharapkan mampu menciptakan ribuan lapangan kerja baru dan meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir di wilayah tersebut. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengoptimalkan potensi kelautan dan perikanan Indonesia.

Proyek yang memiliki nilai investasi fantastis mencapai Rp7,2 triliun (sekitar US$423 juta) ini diproyeksikan akan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi Sumba Timur. KKP memastikan bahwa penduduk setempat akan memainkan peran kunci dalam seluruh tahapan program, mulai dari konstruksi hingga operasional penuh. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan manfaat ekonomi bagi komunitas lokal.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDMKP) KKP, I Nyoman Radiarta, menyatakan bahwa pihaknya fokus pada pengembangan sumber daya manusia. Pelatihan khusus akan diberikan untuk mempersiapkan tenaga kerja lokal, terutama bagi mereka yang belum memiliki pengalaman sebelumnya di bidang budidaya udang.

Pengembangan Sumber Daya Manusia Lokal

KKP sangat serius dalam mempersiapkan sumber daya manusia lokal agar dapat berkontribusi optimal dalam proyek Tambak Udang Waingapu. Program pelatihan khusus dirancang untuk membekali warga Sumba Timur dengan keterampilan yang relevan. Pelatihan ini akan berlangsung selama 12 hingga 16 bulan, memastikan peserta memiliki kompetensi yang memadai.

Berdasarkan studi awal yang dilakukan oleh KKP, tambak udang terintegrasi ini berpotensi menyerap sekitar 8.820 tenaga kerja lokal. Angka ini menunjukkan besarnya peluang kerja yang akan terbuka bagi masyarakat sekitar. Keterlibatan aktif warga diharapkan dapat mengurangi tingkat pengangguran secara signifikan.

Lebih lanjut, KKP memperkirakan bahwa fase konstruksi dan operasional proyek dapat menurunkan angka kemiskinan hingga 55 persen. Selain itu, proyek ini diperkirakan akan meningkatkan kesejahteraan sekitar 35.820 jiwa, termasuk para pekerja dan anggota keluarga mereka. Ini merupakan dampak positif yang sangat diharapkan bagi pembangunan daerah.

Model Budidaya Berkelanjutan dan Dampak Ekonomi

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Tb Haeru Rahayu, menjelaskan bahwa tambak udang di Waingapu dirancang sebagai model percontohan budidaya modern dan berkelanjutan. Proyek ini akan menerapkan praktik akuakultur terbaik (Best Aquaculture Practices/BAP) untuk memastikan keberlanjutan lingkungan. Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat akan diterapkan di setiap tahapan.

SOP tersebut mencakup pengelolaan air masuk, proses reservoir, manajemen kolam, hingga pengelolaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Penerapan praktik ini bertujuan untuk mencegah dampak negatif terhadap lingkungan sekitar. KKP berkomitmen penuh untuk menjaga kelestarian ekosistem pesisir Waingapu.

Model tambak udang terintegrasi ini merupakan pengembangan dari model sebelumnya yang telah diterapkan di Kebumen, Jawa Tengah. Jika model Kebumen masih berbasis estate dan belum terintegrasi penuh, Waingapu ditingkatkan menjadi kawasan terintegrasi. Integrasi ini penting untuk menjamin keberlanjutan produksi sekaligus menciptakan lebih banyak peluang kerja.

Kawasan budidaya udang Waingapu berlokasi di Desa Palakahembi dan Desa Watumbaka, Kecamatan Pandawai, Sumba Timur. Dengan luas sekitar 2.150 hektar dan 1.361 hektar lahan yang dikembangkan, Tambak Udang Terintegrasi Waingapu (ISF) diproyeksikan mampu memproduksi 52.000 ton udang setiap tahun. Pembangunan di lokasi saat ini masih terbatas pada kolam-kolam individual, dengan alat berat sudah beroperasi per 31 Maret 2023. Pemerintah Indonesia menargetkan proyek ini selesai dalam tiga tahun ke depan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi