Waspada Bencana Hidrometeorologi Ciamis: BPBD Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem hingga Akhir April 2026

BPBD Ciamis memperpanjang status siaga darurat bencana hidrometeorologi di Ciamis hingga akhir April 2026. Waspadai potensi banjir, longsor, dan cuaca ekstrem!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Waspada Bencana Hidrometeorologi Ciamis: BPBD Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem hingga Akhir April 2026
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ciamis mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang diprediksi masih akan terjadi hingga akhir April 2026. (AntaraNews)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Kewaspadaan ini ditekankan karena musim penghujan diprediksi masih akan berlangsung hingga akhir April 2026. Penetapan status siaga darurat bencana hidrometeorologi telah diberlakukan di wilayah tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani, menjelaskan bahwa status siaga darurat cuaca ekstrem akan berakhir pada 30 April 2026. Perpanjangan status ini merupakan langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya bencana seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Masyarakat diharapkan untuk tidak panik namun tetap siaga.

Pemerintah Kabupaten Ciamis sebelumnya telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) terkait Status Siaga Darurat Bencana hidrometeorologi. SK ini berlaku sejak 15 Oktober 2025, yang merupakan awal musim penghujan, dan kini diperpanjang sesuai prakiraan cuaca sebagai akhir musim penghujan. Status ini dapat disesuaikan kembali sesuai kondisi di lapangan.

Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Ciamis Diperpanjang

Pemerintah Kabupaten Ciamis telah mengambil langkah proaktif dengan menerbitkan Surat Keputusan (SK) mengenai Status Siaga Darurat Bencana. SK ini secara khusus menyoroti ancaman bencana hidrometeorologi, meliputi banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem. Penetapan status ini menjadi dasar bagi upaya mitigasi dan penanganan bencana di seluruh wilayah Ciamis.

Status siaga darurat ini telah berlaku sejak 15 Oktober 2025, bertepatan dengan dimulainya musim penghujan di wilayah Ciamis. Berdasarkan prakiraan cuaca, musim penghujan diperkirakan akan berakhir pada 30 April 2026. Oleh karena itu, status siaga darurat ini diperpanjang hingga tanggal tersebut untuk memastikan kesiapsiagaan penuh.

Ani Supiani, Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, menegaskan bahwa status siaga darurat ini bersifat fleksibel. "Status dapat diperpanjang ataupun diperpendek sesuai kebutuhan penyelenggaraan penanganan darurat bencana di lapangan," katanya. Hal ini menunjukkan bahwa BPBD Ciamis akan terus memantau kondisi dan menyesuaikan respons sesuai perkembangan situasi cuaca dan bencana.

Dampak Bencana dan Upaya Penanganan di Ciamis

Selama periode musim penghujan dan berlakunya status siaga darurat ini, sejumlah daerah di Ciamis telah mengalami dampak bencana alam. Laporan mencatat kejadian banjir dan tanah longsor di berbagai lokasi, serta cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang. Kejadian-kejadian ini menimbulkan kerugian materiil dan non-materiil bagi masyarakat.

Salah satu insiden paling tragis adalah meninggalnya seorang wanita lanjut usia (lansia) di Kecamatan Sindangkasih. Korban tewas akibat tertimbun tanah longsor yang menimpa rumahnya. Selain korban jiwa, bencana juga menyebabkan kerusakan signifikan pada bangunan rumah warga, fasilitas umum seperti bangunan sekolah, dan infrastruktur jalan.

Menanggapi bencana yang terjadi, BPBD Ciamis segera melakukan penanganan di daerah terdampak. Bantuan logistik dan kebutuhan mendesak lainnya telah didistribusikan kepada para korban. "Daerah yang dilanda bencana langsung dilakukan penanganan, seperti drop logistik, dan kebutuhan mendesak lainnya," ujar Ani Supiani.

Ani Supiani juga menambahkan bahwa pada Sabtu (28/3) sore, hujan deras disertai angin kencang menyebabkan kerusakan pada 83 rumah warga. Kejadian ini tersebar di beberapa desa di Kecamatan Purwadadi, Cisaga, dan Tambaksari. Kerusakan massal ini menunjukkan skala dampak yang signifikan dari cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut.

Imbauan Kewaspadaan di Tengah Potensi Cuaca Ekstrem

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan laporan mengenai potensi hujan deras yang masih akan terjadi selama sepekan ke depan. Laporan ini mengindikasikan adanya awan Cumulonimbus di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Jawa Barat. Informasi dari BMKG ini menjadi dasar bagi BPBD Ciamis untuk terus meningkatkan kewaspadaan.

Meskipun ada potensi cuaca ekstrem, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik. Ketenangan diperlukan agar masyarakat dapat mengambil langkah-langkah antisipasi yang tepat dan efektif. Informasi yang akurat dari lembaga resmi seperti BMKG dan BPBD harus menjadi rujukan utama.

BPBD Ciamis terus memantau perkembangan cuaca dan situasi di lapangan secara intensif. Koordinasi dengan berbagai pihak terkait juga terus dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah. Kewaspadaan kolektif dan respons yang terkoordinasi menjadi kunci dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. "Santai saja santai, gak usah panik," pungkas Ani Supiani, menekankan pentingnya ketenangan di tengah kewaspadaan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi