Provinsi Sulawesi Barat mencatat keberhasilan signifikan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama periode Operasi Ketupat Marano 2026. Data terbaru menunjukkan adanya penurunan gangguan kamtibmas sebesar 8,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini menjadi indikator positif atas upaya pengamanan arus mudik dan balik Lebaran.
Kepala Biro Operasi Polda Sulbar, Komisaris Besar Polisi ACH Imam Rifai, mengungkapkan bahwa kolaborasi maksimal seluruh pihak menjadi kunci utama capaian ini. Operasi yang berlangsung dari 13 hingga 25 Maret 2026 tersebut melibatkan sekitar 1.000 personel gabungan lintas sektoral. Sinergi antara TNI, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, Basarnas, BPBD, Satpol PP, serta elemen masyarakat seperti Pramuka dan Orari, sangat vital.
Meskipun demikian, terdapat catatan penting terkait peningkatan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas yang perlu menjadi perhatian serius. Penurunan gangguan kamtibmas di Sulbar ini memberikan gambaran menyeluruh tentang dinamika keamanan selama musim libur panjang. Evaluasi mendalam akan dilakukan untuk perbaikan di masa mendatang.
Advertisement
Advertisement
Penurunan Angka Kriminalitas dan Peran Sinergi Lintas Sektoral
Selama pelaksanaan Operasi Ketupat Marano 2026, Provinsi Sulawesi Barat berhasil menekan angka gangguan kamtibmas secara signifikan. Tercatat, dari 123 kejadian pada tahun 2025, angka tersebut turun menjadi 105 kejadian. Penurunan gangguan kamtibmas ini mencerminkan keberhasilan strategi pengamanan yang diterapkan oleh Polda Sulbar dan seluruh jajaran.
Kombes Pol ACH Imam Rifai menegaskan bahwa kehadiran personel di Pos Pelayanan dan Pos Pengamanan terbukti efektif menjaga situasi tetap kondusif. Keberadaan mereka menjadi penentu keberhasilan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran. Selain itu, kejahatan konvensional juga mengalami penurunan, dari 121 kasus menjadi 102 kasus, menunjukkan efektivitas operasi ini dalam menjaga keamanan masyarakat.
Sinergi lintas sektoral menjadi tulang punggung dalam menjaga stabilitas keamanan selama periode libur panjang. Sekitar 1.000 personel gabungan dari berbagai instansi seperti TNI, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, Basarnas, BPBD, Satpol PP, hingga elemen masyarakat seperti Pramuka dan Orari, bahu-membahu. Kolaborasi ini memastikan lingkungan yang lebih aman bagi pemudik dan warga lokal di Sulbar.
Advertisement
Advertisement
Tantangan Fatalitas Kecelakaan Lalu Lintas di Sulbar
Meskipun terjadi penurunan gangguan kamtibmas, sektor lalu lintas menyajikan tantangan yang berbeda. Angka kecelakaan memang mengalami penurunan tipis, dari 57 kejadian menjadi 56 kejadian. Namun, peningkatan angka fatalitas menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang di Sulawesi Barat.
Korban meninggal dunia melonjak drastis menjadi 11 jiwa, naik signifikan dari empat jiwa pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan bahwa meskipun jumlah insiden berkurang, tingkat keparahan dampak kecelakaan justru meningkat. Kerugian material akibat kecelakaan juga meningkat tajam, dari Rp81 juta menjadi Rp175 juta.
Tiga wilayah dengan tingkat kecelakaan tertinggi adalah Kabupaten Mamuju dengan 15 kejadian, Mamuju Tengah sebanyak 12 kejadian, dan Kabupaten Majene dengan sembilan kejadian. Kombes Pol Imam Rifai menekankan bahwa peningkatan fatalitas ini menjadi catatan penting yang memerlukan evaluasi menyeluruh. Perbaikan ke depan akan difokuskan untuk menekan angka korban jiwa di jalan raya.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Pelayanan dan Imbauan Kewaspadaan Pasca Operasi
Polda Sulbar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel gabungan yang telah bekerja tanpa lelah selama Operasi Ketupat Marano 2026. Apresiasi juga diberikan kepada masyarakat yang dinilai semakin sadar akan pentingnya tertib berlalu lintas dan menjaga keamanan. Momentum Lebaran tahun ini menjadi bukti bahwa sinergi dan kesadaran kolektif mampu menciptakan mudik yang lebih aman.
Meskipun Operasi Ketupat Marano 2026 telah resmi berakhir, komitmen pelayanan kepada masyarakat akan tetap berjalan. Imam Rifai menegaskan bahwa pekerjaan rumah masih ada, terutama dalam menekan angka fatalitas di jalan raya yang masih menjadi ancaman serius. Hal ini memerlukan upaya berkelanjutan dari semua pihak.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada selama perjalanan dan memanfaatkan layanan pengaduan melalui call center 110 jika membutuhkan bantuan. Kewaspadaan dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas adalah kunci untuk meminimalisir risiko kecelakaan. Upaya bersama akan terus dilakukan untuk menciptakan kondisi jalan yang lebih aman bagi semua pengguna.
Advertisement
Sumber: AntaraNews