Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan masyarakat telah melaksanakan shalat istisqa berjemaah. Kegiatan spiritual ini merupakan bentuk ikhtiar memohon turunnya hujan di tengah kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah. Pelaksanaan shalat istisqa berlangsung di Lapangan Pamedan Ahmad Yani, Tanjungpinang, pada Minggu (29/3).
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menyampaikan bahwa pelaksanaan shalat istisqa ini menjadi wujud kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat. Mereka bersatu padu dalam menghadapi dampak kemarau berkepanjangan yang terjadi. Inisiatif ini menunjukkan adanya sinergi antara doa dan tindakan nyata.
“Melalui shalat istisqa ini, kita memohon pertolongan kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan dan diberikan keberkahan. Ini bagian dari ikhtiar batin yang kita lakukan bersama,” kata Lis usai mengikuti shalat istisqa. Pernyataan ini menegaskan pentingnya dimensi spiritual dalam menghadapi tantangan alam.
Advertisement
Advertisement
Ikhtiar Spiritual dan Solidaritas Warga Tanjungpinang
Pelaksanaan Shalat Istisqa di Tanjungpinang menjadi simbol kuat ikhtiar spiritual masyarakat dan pemerintah daerah. Kegiatan ini menunjukkan solidaritas dalam menghadapi musibah kekeringan. Seluruh elemen masyarakat berkumpul untuk berdoa bersama, memohon rahmat dari Tuhan Yang Maha Esa.
Wali Kota Lis Darmansyah menekankan bahwa upaya spiritual ini merupakan fondasi penting. Selain itu, kegiatan ini juga mempererat tali silaturahmi antarwarga dan pemerintah. Kebersamaan ini diharapkan dapat mempercepat terkabulnya doa untuk turunnya hujan.
Shalat istisqa ini bukan hanya sekadar ritual keagamaan. Lebih dari itu, ia mencerminkan harapan dan kepasrahan kolektif masyarakat Tanjungpinang. Mereka berharap agar kemarau panjang segera berakhir dan kondisi alam kembali normal.
Advertisement
Advertisement
Penanganan Kekeringan dan Distribusi Air Bersih
Selain ikhtiar spiritual, Pemkot Tanjungpinang juga terus memperkuat langkah nyata dalam penanganan dampak kekeringan. Fokus utama adalah pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang terdampak. Langkah-langkah konkret telah diimplementasikan untuk memastikan ketersediaan air.
Saat ini, Pemkot Tanjungpinang menyiagakan armada mobil tangki air bersih. Armada ini bertugas menjangkau wilayah-wilayah yang paling terdampak kekeringan. Distribusi air dilakukan setiap hari sesuai dengan kebutuhan di lapangan, memastikan pasokan merata.
Lis Darmansyah menyebutkan bahwa sebanyak tujuh armada mobil tangki telah disiapkan. Armada ini memiliki kapasitas distribusi mencapai sekitar 27 ribu liter dalam satu kali pengiriman. Armada tersebut berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungpinang, Dinas Sosial, BPBD Provinsi Kepri, serta BPBPK Kepri, dan masih berpotensi ditambah melalui dukungan perangkat daerah lainnya.
Advertisement
Advertisement
Kewaspadaan Karhutla dan Imbauan Lingkungan
Di tengah kondisi kemarau panjang, Wali Kota Lis Darmansyah turut mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Peningkatan kewaspadaan ini khususnya terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kemarau meningkatkan risiko terjadinya kebakaran yang dapat merugikan lingkungan dan masyarakat.
Masyarakat diimbau agar tidak membuka lahan dengan cara yang tidak bertanggung jawab. Pembakaran lahan tidak hanya berdampak buruk pada lingkungan, tetapi juga memiliki sanksi pidana bagi pelakunya. Edukasi mengenai bahaya karhutla terus digencarkan.
“Sinergi dan kepedulian bersama sangat dibutuhkan supaya kita bisa melewati masa sulit ini dengan baik,” demikian Lis. Pesan ini menekankan pentingnya kerja sama semua pihak. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci untuk mengatasi tantangan kemarau dan mencegah bencana lebih lanjut.
Advertisement
Sumber: AntaraNews