Juwono Sudarsono, Tokoh Bangsa dan Mantan Menteri Pertahanan, Tutup Usia 84 Tahun

Kabar duka menyelimuti Indonesia, Profesor Juwono Sudarsono, mantan Menteri Pertahanan RI, meninggal dunia pada usia 84 tahun dan dimakamkan secara militer.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Juwono Sudarsono, Tokoh Bangsa dan Mantan Menteri Pertahanan, Tutup Usia 84 Tahun
Mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan. Prosesi pemakaman Juwono Sudarsono ini menjadi bentuk penghormatan terakhir atas dedikasinya kepada bangsa dan negara. (AntaraNews)

Indonesia berduka atas kepergian salah satu putra terbaik bangsa, Profesor Juwono Sudarsono. Mantan Menteri Pertahanan dan diplomat ulung ini meninggal dunia pada usia 84 tahun pada hari Sabtu, 28 Maret 2026. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi seluruh lapisan masyarakat.

Juwono Sudarsono menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 13.45 WIB setelah menjalani perawatan medis di sebuah rumah sakit di Jakarta Selatan. Jenazah beliau kemudian dimakamkan secara militer dengan penuh kehormatan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata pada hari Minggu, 29 Maret 2026. Upacara pemakaman berlangsung khidmat dan dihadiri banyak tokoh penting.

Prosesi penghormatan terakhir dimulai di kantor Kementerian Pertahanan pada Minggu pagi, sebelum jenazah diberangkatkan ke TMP Kalibata. Berbagai pejabat negara, baik yang masih aktif maupun purnawirawan, turut memberikan penghormatan terakhir. Bendera Merah Putih dikibarkan setengah tiang sebagai tanda duka cita nasional.

Jejak Karier Gemilang Juwono Sudarsono di Pemerintahan

Juwono Sudarsono dikenal sebagai sosok yang memiliki rekam jejak karier cemerlang di kancah pemerintahan Indonesia. Beliau mengabdi di bawah empat presiden berbeda, menunjukkan kapasitas dan kepercayaan yang tinggi dari para pemimpin negara. Perjalanan kariernya dimulai sejak era Orde Baru hingga era reformasi.

Pria kelahiran tahun 1942 ini memulai kiprahnya sebagai Menteri Negara Lingkungan Hidup pada tahun 1998 di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto. Setelah itu, ia menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie dari tahun 1998 hingga 1999. Perannya sangat krusial dalam masa transisi politik Indonesia.

Dedikasinya berlanjut sebagai Menteri Pertahanan sebanyak dua kali, tidak secara berturut-turut. Periode pertama adalah dari tahun 1999 hingga 2000 di bawah Presiden Abdurrahman Wahid. Kemudian, ia kembali dipercaya menjabat posisi yang sama dari tahun 2004 hingga 2009 di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ini menunjukkan konsistensinya dalam menjaga pertahanan negara.

Selain itu, Juwono Sudarsono juga pernah mengemban tugas sebagai diplomat. Beliau menjadi Duta Besar Indonesia untuk Inggris dari tahun 2003 hingga 2004 pada masa kepresidenan Megawati Soekarnoputri. Pengalaman internasionalnya memperkaya perspektifnya dalam kebijakan luar negeri dan pertahanan.

Penghormatan Terakhir dari Tokoh Bangsa

Kepergian Juwono Sudarsono menyatukan banyak tokoh penting dalam upacara penghormatan terakhir. Prosesi persemayaman di kantor Kementerian Pertahanan pada Minggu pagi dihadiri oleh sejumlah figur terkemuka. Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla tampak hadir untuk memberikan penghormatan.

Upacara pemakaman militer di TMP Kalibata dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Suasana haru menyelimuti lokasi pemakaman saat tembakan salvo kehormatan dilepaskan. Ini merupakan bentuk penghargaan tertinggi negara atas jasa-jasa almarhum.

Beberapa pejabat tinggi lainnya juga turut hadir dalam upacara pemakaman tersebut. Di antaranya adalah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djamari Chaniago. Hadir pula Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono serta Ketua Komite Reformasi Kepolisian Jimly Asshiddiqie. Kehadiran mereka menunjukkan betapa besar pengaruh almarhum.

Latar Belakang Pendidikan dan Akademik Juwono Sudarsono

Sebelum berkiprah di dunia politik dan pemerintahan, Juwono Sudarsono adalah seorang akademisi terkemuka. Beliau menempuh pendidikan tinggi di Universitas Indonesia (UI), sebuah institusi pendidikan bergengsi di tanah air. Fondasi akademiknya sangat kuat dan menjadi modal penting dalam kariernya.

Pendidikan lanjutannya membawa beliau ke kancah internasional, meraih gelar Ph.D. dari London School of Economics. Pengalaman belajar di luar negeri ini membentuk pandangan globalnya. Beliau kemudian kembali ke UI sebagai seorang profesor dalam hubungan internasional di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Kiprahnya di UI tidak hanya sebatas mengajar, tetapi juga memimpin. Juwono Sudarsono pernah menjabat sebagai Dekan FISIP UI dari tahun 1988 hingga 1994. Di bawah kepemimpinannya, FISIP UI semakin berkembang dan mencetak banyak lulusan berkualitas. Kontribusinya di dunia akademik sangat diakui.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi