Viral di media sosial sebuah video yang menampilkan mobil milik seorang anggota Polres Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang ditahan oleh warga karena terlibat judi di rumah duka. Video tersebut diunggah oleh akun Facebook @Putra Kabupaten pada Minggu, 29 Maret 2026, dengan narasi, "Su tau judi itu sonde pernah jujur tapi masih main". Komentar beragam pun memenuhi kolom komentar dari postingan tersebut.
Dalam rekaman video yang beredar, terdengar suara seorang pria yang menuduh bahwa praktik perjudian tersebut melibatkan polisi di Kabupaten Malaka. Pria itu menunjukkan lokasi yang diduga digunakan untuk permainan bola guling, lengkap dengan kabel yang terpasang dan perangkat yang disebut menggunakan remot.
"Ini kelakuan kita punya Pak Pol. Ini lihat, kita punya Pak Pol. Datang buka BG (Bola Guling) di sini (red). Kabel penuh ini, ini pakai remot," ujar pria tersebut, menegaskan keterlibatan oknum polisi dalam aktivitas tersebut.
Pria itu juga menyebutkan nama oknum polisi tersebut yang diketahui bernama Mekos. Tidak hanya itu, mobil yang diduga milik Mekos pun ditampilkan dalam rekaman video. Mobil berwarna putih dengan nomor polisi DH 1305 KY tersebut menjadi sorotan.
"Pak Mekos, ini dia punya oto (mobil) di sini. Hafal saja dia punya DH. Ini dia punya DH 1305 KY," ujarnya, menunjukkan bukti keterlibatan oknum polisi dalam perjudian.
Mobil tersebut akhirnya ditahan oleh warga setelah pria yang diduga polisi itu melarikan diri dari lokasi usai ketahuan terlibat sebagai bandar bola guling di Halioan, Desa Barene, Kecamatan Malaka Tengah, pada Sabtu, 28 Maret 2026. Kejadian ini menimbulkan reaksi publik yang beragam, mengingat keterlibatan aparat penegak hukum dalam praktik perjudian yang seharusnya ditindak tegas.
Advertisement
Kecurigaan masyarakat terhadap praktik perjudian mulai muncul ketika permainan bola guling diduga memanfaatkan remot kontrol untuk memanipulasi hasil permainan. Dalam waktu singkat, situasi menjadi tidak terkendali.
Warga yang menyaksikan aktivitas ilegal tersebut merasa marah dan langsung merusak arena bola guling, yang dianggap sebagai sarana perjudian. Pria yang terlibat dalam permainan tersebut hampir saja menjadi sasaran amuk massa. Beruntung, dia berhasil melarikan diri dan meninggalkan mobilnya untuk menghindari tindakan lebih lanjut dari warga yang marah.
Advertisement
Kapolres Malaka, AKBP Riki Ganjar Gumilar, menjelaskan bahwa saat ini Waka Polres Malaka dan Kapolsek Malaka Tengah sedang melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) di lokasi kejadian perkara (TKP). Proses awal penyelidikan ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi, bukti, dan saksi terkait kasus perjudian bola guling yang diduga melibatkan anggota Polres Malaka.
"Sekarang Waka Polres, Kasie Propam, Kanit Intelkam, Kanit Buser, dan Kapolsek Malaka Tengah sudah menuju ke lokasi. Itu di atas gunung sana. Kita kumpulkan bukti-bukti juga karena dari berita dan video ada sebutkan nama polisi," ujar Riki pada Minggu, 29 Maret 2026.
Riki juga mengonfirmasi bahwa ada seorang anggota bernama Mekos di Polres Malaka yang bertugas di Samapta.
"Ada nama Mekos, itu (bertugas) di Samapta Polres Malaka. Intinya, kami minta bersabar dan menunggu pulbaket di lapangan. Kami akan menginformasikan kembali," ucapnya. Dari cuplikan video yang beredar, wajah oknum yang diduga sebagai bandar judi bola guling tidak terlihat jelas, sehingga identitasnya belum dapat dipastikan.
"Apabila nantinya terbukti ada pelanggaran, tentu akan diproses sesuai ketentuan disiplin maupun kode etik Polri. Itu dipecat (PTDH) saja tuh karena merusak citra Polri," tegasnya.
Dia menekankan bahwa proses pendalaman lanjutan serta penelusuran rekaman video dilakukan secara bertahap dan sesuai prosedur, sambil tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Polres Malaka berkomitmen untuk menjaga marwah institusi dan transparan dalam setiap proses penegakan disiplin personel. Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat agar bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial.